Rabu, 27 Oktober 2021
21 Rabi‘ al-awwal 1443 H
Home / Ziswaf / Keistimewaan Wakaf Emas

Keistimewaan Wakaf Emas

Selasa, 7 September 2021 15:09
Foto dok. Pexels
Wakaf terus berkembang. Bentuknya pun beragam.

Sharianews.com, Jakarta - Wakaf terus berkembang. Bentuknya pun beragam. Jika dahulu wakaf dikenal hanya berupa tanah, masjid, atau pemakaman, kini wakaf lebih dari itu.

Seperti wakaf tunai yang berupa uang hingga emas. Apabila ditelaah, wakaf berupa emas memiliki keistimewaan jika dibandingkan dengan wakaf lainnya.

Demikian disampapikan  Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis. Ia mengatakan, salah satu keunggulan emas yakni nilainya yang lebih stabil jika dibandingkan dengan uang yang rentan terhadap inflasi.

Dari zaman nabi, disampaikannya, satu dinar (4.25 gram emas) saat itu bisa dapat satu kambing, sekitar Rp2,5 juta sampai Rp3 juta.

Namun sekarang tidak sama, adanya tren turunnya nilai rupiah membuat harga kambing seolah-olah naik.

“Harga kambing pun sampai sekarang, ya begitu. Kambing enggak naik, emas juga tidak naik. Jadi (sebenarnya) bukan emas yang naik. Karena rupiah yang turun, emas dianggap naik,” kata dia.

Secara definisi Wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau sekelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari harta miliknya dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadat atau kepentingan umum lainnya sesuai dengan ajaran Islam.

Badan-badan Hukum Indonesia dan orang atau orang-orang yang telah dewasa dan sehat akalnya serta yang oleh hukum tidak terhalang untuk melakukan perbuatan hukum, atas kehendak sendiri dapat mewakafkan benda miliknya dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Wakaf berfungsi mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Wakaf bertujuan memanfaatkan harta benda wakaf sesuai dengan fungsinya

Rep. Aldiansyah Nurrahman