Sabtu, 8 Agustus 2020
19 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / Keuangan / Kebijakan Fiskal Bisa Kembangkan Bank Syariah, Begini Konsepnya
kebijakan fiskal bisa meningkatkan literasi dan inklusi bank syariah

Sharianews.com, Direktur Eksekutif Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Herbudhi S. Tomo mengatakan kebijakan fiskal bisa meningkatkan literasi dan inklusi bank syariah.

Saat ini, perlakuan pemerintah prihal kebijakan fiskal di bank konvensional dan bank syariah sama. Padahal, jika pemerintah membedakan perlakuan ini, bisa meningkatkan literasi dan inklusi bank syariah, terlebih playing field antara bank konvensional dan bank syariah sebenarnya berbeda.

Dia menerangkan, dalam prinsipnya bank konvensional menggunakan bunga, deposito kredit. Bila berbicara bunga deposito, maka bunga deposito dikenakan final 20 persen.

“Kalau kita ingin mempercepat literasi dan inklusi keuangan syariah, maka diharapkan kita minta kepada pemerintah melalui Omnibus Law itu. Tolong cost of fund kita, uang Dana Pihak Ketiga (DPK) itu diperlakukan lebih berbeda dari bank konvensional, karena sistem bank syariah ini bagi hasil,” tutur Tomo, kepada Sharianews.com.

Tomo menjelaskan, prinsip dari bagi hasil itu berinvestasi, bukan menyimpan uang. Seyogyanya karena berinvestasi, disarankan transaksinya penabung yang menyimpan di bank syariah ini seperti halnya berinvestasi di reksadana yang pajaknya hanya 5 persen.

Jadi, bank syariah untuk mendapatkan cost of fund murah, dengan cara menurunkan beban pajak yang diterima oleh apa yang dikenakan pemerintah kepada pemegang uang atau pemegang deposito bagi hasil di bank syariah.

Bila pajakanya murah atau tidak sebesar bank konvensional, maka cost of fund yang dilempar bank syariah kepada pembiayaan, menjadi lebih kompetitif. Misalnya, bunga deposito yang dikenakan bank itu 20 persen kepada pemegang deposito di bank konvensional, maka kalau di bank syariah hanya terkena 5 persen. Hal itu akan memeperbesar pasar bank syariah lebih cepat.

“Sekarang Anda mau memindahkan uangnya dari bank konvensional ke bank syariah, apa yang menarik dari bank syariah ? Oh, di bank syariah pajakanya murah cuma 5 persen, kalau di bank konvensional 20 persen final, akhirnya pindah. Kalau sudah pindah kan murah cost of fund-nya. Semakin banyak yang gabung, cost of fund-nya murah. Cost of fund murah, dilempar ke sektor pembiayaan, sektor usaha jadi lebih murah. Ia bisa bersaing dengan bunga kredit,” ungkap Tomo.

Tomo menyarankan stimulis ini bisa diberlakukan selama lima tahun. Setelah selesai, aturan itu bisa dikembalikan lagi supaya bisa berkembang.

Rep. Aldiansyah Nurrahman