Sabtu, 11 Juli 2020
21 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Ekbis / Kawasan Industri Tenayan Riau Dicanangkan Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Syariah
Riau sedang mencanangkan enam kawasan industri yang akan ditingkatkan.

Sharianews.com, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Riau Asrizal menyampaikan Riau sedang mencanangkan enam kawasan industri yang akan ditingkatkan.

Enam kawasan industri itu adalah kawasan industri Dumai, kawasan industri Tanjung Buton, kawasan industri Tenayan, kawasan industri Buruk Bakul (Bengkalis), Technopark Pelalawan, dan kawasan industri Kuala Enok (Indragiri Hilir)

“Dari enam kawasan industri yang ada, pembangunan dan pengembangan kawasan ekonomi khusus syariah berlokasi di kawasan industri Tenayan dengan beberapa pertimbangan,” ujar Asrizal, dalam webinar baru-baru ini.

Pertimbangan pertama adalah berada di pusat Pekanbaru, berjarak kurang lebih 12 kilometer dan didukung dengan infrastruktur jalan. Kedua, luas kawasan industri 3 ribu ha (rencana pengembangan), 305 ha sudah dibebaskan dan berstatus Hak Pengelolaan (Hpl).

Ketiga, kawasan indsutri ini dikembangkan untuk industri manufacturing. Keempat, tersedia power plant berkapasitas 2x110 MW (PLTU) dan 275 MW (PLTG) dalam proses pembangunan.

Menurutnya Riau memliki keunggulan sebagai kawasan industri, diantaranya dari segi komoditas perkebunan Riau memiliki minyak sawit seluas 2,45 juta hektare dengan produksi 7,46 juta ton per tahun. Kelapa luasnya 516.895 hektare dan produksi 421.654 ton pertahun. Lalu, karet dengan luas mencapai 486.367 hektare dengan produksi 355.909 ton pertahun.

Sementara, dari segi komoditas pertanian, keladi ungu luasnya 450 hektare dan produksi 13.500 ton pertahun. Kemudian, kencur dengan luas 10-20 hektare per tahun dan produksi 50-100 ton per tahun.

Selain itu, dari potensi perikanan, patin mencapai 90 ton per bulan, udang vaname luasnya 300 hektare dengan produksi 120 ton per tahun, serta kerang darah produkinya mencapai 180 ton perbulan.

Rep. Aldiansyah Nurrahman