Sabtu, 20 Juli 2019
18 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Ekbis / Kawasan Industri Halal, Kadin Sudah Mengusulkan 8 Tahun Yang Lalu
FOTO I Dok. tubasmedia.com
Ketua Komite Tetap Timur Tengah dan OKI Kadin Indonesia, Fachry Thaib menjelaskan sudah sekitar 8 tahun yang lalu, Kadin mengusulkan kawasan industri halal ini.

Sharianews.com, Jakarta ~ Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut positif mengenai kawasan Industri Halal yang dibuat oleh Kementerian Perindustrian.

Ketua Komite Tetap Timur Tengah dan OKI Kadin Indonesia, Fachry Thaib menjelaskan sudah sekitar 8 tahun yang lalu, Kadin mengusulkan kawasan industri halal ini.

"Kadin sudah membicarakan dengan kemenperin mungkin sekitar 8 tahun yang lalu, tapi baru sekarang mulai direncanakan, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali," ucap Fachry di Jakarta, Jumat (12/7)

Dirinya juga tidak mengetahui persis kenapa hal tersebut bisa lama dalam pengimplementasinya. Dikatakan Fachry bukan Kadin yang melakukan, tapi pihak pemerintah maupun pengusaha.

"Saya juga tidak tahu, itu kan bukan kita yang melakukan, mesti ada pengusaha yang melakukan atau pemerintah yang mengajak swasta untuk membangun kawasan industri halal," sambung Fachry.

Fachry merincikan kawasan industri halal yang akan dibentuk nanti bisa mem-booster peningkatan ekspor Indonesia apalagi jika sudah ada sertifikasi halal.

"Sebetulnya sertifikasi halal tidak harus di kawasan industri halal, tapi di beberapa pabrik mereka juga bisa, itu kan ada lab nya," sambung Fachry lagi.

Menurut Fachry dari 57 negara-negara OKI, hampir semuanya menginginkan kawasan industri halal.

Ia pun mencontohkan, industri makanan apabila sudah bersertifikasi halal tentunya, dapat memperbaiki nilai ekspor yang berdampak tinggi.

"Sekarang gini, misal saya ekspor kerupuk lalu tau-tau diharuskan sertifikasi halal, kalau di sininya telat, tentu para pembeli akan cari sumber yang lain, katakan dari Malaysia kerupuk rasanya enak, servicenya bagus, dia akan langsung ke sana, ngapain mesti ke sini lagi (Indonesia), berarti kita sudah hilang satu market," pungkas Fachry.

Sekadar pengingat, kawasan industri halal merupakan sebagian atau seluruh bagian kawasan industri yang dirancang dengan sistem dan fasilitas untuk mengembangkan industri yang menghasilkan produk-produk halal sesuai dengan sistem jaminan produk halal.

Saat ini, Kementerian Perindustrian terus mengakselerasi pembangunan kawasan industri halal di Indonesia, ada empat kawasan industri yang masuk dalam rencana pengembangan kawasan industri halal seperri Batamindo Industrial Estate, Bintan Industrial Park, Jakarta Industrial Estate Pulogadung, dan Modern Cikande Industrial Estate.

Pengembangan area ini menjadi salah satu upaya mendukung pemberlakuan sertifikasi produk halal pada 17 Oktober 2019.

Pemerintah menargetkan capaian industri halal bisa menembus hingga 25 miliar dolar AS pada perdagangan dunia, atau naik 20 persen pada tahun 2019 dibanding tiga tahun Ialu. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo