Senin, 1 Juni 2020
10 Shawwal 1441 H
Home / Lifestyle / Kamboja Ingin Belajar Industri Halal ke Indonesia
Dok/Foto Tempo.co
Indonesia dipandang sebagai negara yang dapat diajak kerja sama serta bisa dijadikan contoh potensial untuk menghasilkan produk halal di Kamboja.

Sharianews.com, Banyak tokoh yang menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat industri halal dunia. Mengingat jumlah penduduk yang didominasi Muslim, dan tercatat sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

Sayangnya, berdasarkan Global Islamic Economic Indicator, Indonesia saat ini masih berada di posisi nomor sepuluh perihal industri halal. Sehingga masih harus diupayakan kembali.

Meskipun begitu, banyak negara yang hendak belajar dengan Indonesia terkait industri halal. Salah satunya adalah Kamboja.

Sudirman Haseng, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamboja mengatakan, Kamboja memandang Indonesia sebagai negara yang dapat diajak kerja sama serta bisa dijadikan contoh potensial untuk menghasilkan produk halal di Kamboja.

“Ada sekitar lima persen warga muslim di Kamboja, sehingga pemerintah Kamboja melihat ada kecenderungan permintaan produk halal itu semakin meningkat,” ujar Sudirman beberapa hari lalu.

Hal tersebut membuat pemerintah Kamboja berkeinginan mengirim warganya ke Indonesia untuk mengikuti pelatihan dasar tentang cara-cara menghasilkan dan mengembangkan produk halal.

Selanjutnya, Pemerintah Kamboja pun meminta bantuan infrastruktur awal untuk dasar-dasar produksi halal, SOP, organisasi, dan cara mengembangkan kerja sama untuk produk halal.

“Beberapa produk halal yang Kamboja akan coba produksi, terutama minuman dan makanan, salah satunya produk ikan," imbuh Duta Besar RI untuk Kamboja tersebut.

Upaya yang dilakukan pemerintah Kamboja, selain dikarenakan adanya peningkatan permintaan produk halal, baik di tingkat regional dan global, juga diakui ingin membangun citra industri halal di Kamboja sendiri.

"Kamboja ingin citranya berubah walaupun negara dengan penduduk mayoritas Buddha, tetap bisa memproduksi makanan dan minuman halal," ujar dia.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa ada harapan besar agar Kamboja dapat memproduksi beberapa produk halal dalam rangka meningkatkan ekspor Kamboja ke luar negeri, khususnya ke negara-negara di Timur Tengah. (*)

 

 

Reporter: Fathia