Sabtu, 11 Juli 2020
21 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Ekbis / Kala Pandemi, Industri Pariwisata Halal Minim Dukungan Pemerintah
Foto dok. Konevi/Pexels
Dalam industri pariwisata, termasuk pariwisata halal di kala pandemi Covid-19 seperti ini, dihadapai dengan sejumlah tantangan

Sharianews.com, Jakarta - Dalam industri pariwisata, termasuk pariwisata halal di kala pandemi Covid-19 seperti ini, dihadapai dengan sejumlah tantangan.

Ketua Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Riyanto Sofyan mengatakan tantangan itu diantaranya berkurangnya daya beli masyarakat. Dana Moneter Internasional atau The International Monetary Fund (IMF) menyatakan nanti terjadi global resesi.

“Termasuk juga di Indonesia. Sehigga berkurangnya daya beli masyarkat,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Komisatis Utama PT. Sofyan Hotels Tbk ini, beberapa waktu lalu.

Tantangan selanjutnya, yakni potensi munculnya gelombang kedua Covid-19. World Health Organization (WHO) atau Organiasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa pandemi Covid-19 bisa berlangsung selama lebih dari lima tahun.  

Kemudian, tantangan yang lain adalah minimnya dukungan Pemerintah dalam fasilitas sosial, ekonomi, kesehatan dan finansial. Riyanto membandingkan sikap pemerintah di Inggris dengan Indonesia dalam kondisi pandemi ini.

Di Inggris, perusahaan travel berbasis platform digital ketika menderita krisis sehingga pendapatannya menjadi nol, pemerintah di sana memberikan pinjaman 1,6 juta poundsterling tanpa bunga. Begitupun karyawannya mendapat subsidi dari pemerintah. Sementara di Indonesia relatif tidak sama sekali.

Bahkan saat ini, menurut Riyanto, di Indonesia, bila mengajukan pinjaman tambahan itu mustahil. “Bahkan itu, restrukturisasi yang sesuai dengan POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan), tidak bisa serta merta dilaksanakan, karena kondisi perbankan perlu pendapatan untuk bisa hidup,” pungkasnya.

Rep. Aldiansyah Nurrahman