Selasa, 22 Oktober 2019
23 Ṣafar 1441 H
Home / Lifestyle / Kajian Ustaz Hanan Attaki Dibatalkan, GP Ansor Menuai kritik
FOTO I Dok. radarcirebon.com
Kajian yang semestinya dilaksanakan di Hotel Bahari Inn, Tegal, Minggu (7/7) ini diprotes oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) setempat melalui surat edaran yang dikirim ke panitia.

Sharianews.com, Tegal ~ Setelah sebelumnya pembatalan kajian Ustaz Felix Siauw, Ustaz Abdul Somad dan ustaz kondang lainnya, kali ini kembali terjadi pembatalan kajian dari Ustaz Hanan Attaki.

Kajian yang semestinya dilaksanakan di Hotel Bahari Inn, Tegal, Minggu (7/7) ini diprotes oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) setempat melalui surat edaran yang dikirim ke panitia.

Ketua GP Ansor Kota Tegal Imam Kharomain pun membenarkan pihaknya mengeluarkan surat tersebut. Akan tetapi dirinya menyangkal kalau menolak pengajian.

"Yang kami tolak bukan pengajiannya, tapi pematerinya," kata Imam, menurut konfirmasi dari PanturaPost.

Imam beranggapan ceramah Ustaz Hanan Attaki mengandung kontroversi. Sebagai contoh menganalogikan sifat Nabi, seperti menyebut Nabi Musa As adalah ‘premannya para nabi’.

"Itu kan tidak baik disampaikan dalam pengajian. Apalagi kepada generasi penerus kita yang masih awam terhadap agama," lanjut dia.

Dia juga mengatakan tidak menurunkan anggota di lokasi acara. Setelah melayangkan surat protes itu, pihaknya langsung menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Berdasarkan informasi panturapost, kajian bertajuk ‘sharing time’ ini dijadwalkan mulai pukul 12.30 WIB, diawali salat zuhur berjamaah. Ustaz Hanan pun telah tiba di lokasi pukul 12 siang. Namun karena pelarangan tersebut, akhirnya ustaz kondang ini pun hanya melantunkan surat Ar-Rahman dan berdoa setelah itu masuk dalam mobil lagi.

Melihat peristiwa tersebut, banyak pihak yang mengkritik perilaku GP Ansor. Pengurus cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Amerika Serikat Sahal salah satunya. Pihaknya menganggap sikap GP Ansor ini semena-mena dalam membatalkan kajian Ustaz Hanan Attaki.

"Saya kritik Ansor Tegal yang menolak pengajian Ustaz Hanan Attaki. Nggak setuju ok, tapi jangan main batalin," kata Akhmad Sahal melalui akun Twitter miliknya @sahal_as, Selasa (9/7/2019).

Menurut Akhmad Sahal, seharusnya pengajian yang dibubarkan adalah pengajian yang menyebarkan paham radikal dan menebar fitnah serta hoax. Ia pun memastikan pengajian Hanan Attaki tidak seperti itu.

"Yang harus ditolak itu (pengajian) yang nyebarin paham radikal, atau nebar fitnah dan hoax. Meski capnya pengajian, aslinya itu hasutan dan provokasi. Pengajian Hanan Attaki nggak gitu," ungkap Akhmad Sahal. (*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo