Senin, 17 Juni 2019
14 Shawwal 1440 H
Home / Keuangan / Jumlah Anggota Aftech Lebih Banyak dari AFSI, Ini Penjelasannya
FOTO I Dok. duniaekonomi.com
Dima Djani menjelaskan, sumber permasalahan tersebut berasal dari kurangnya literasi.

Sharianews.com, Jakarta ~ Dibandingkan dengan Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), jumlah anggota Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) masih kalah banyak. Terhitung total anggota Aftech mencapai 200, sementara AFSI hanya 85 anggota.

Menanggapi hal tersebut, Chief Executive Officer (CEO) PT Alami Fintek Sharia (Alami), Dima Djani menjelaskan, sumber permasalahan tersebut berasal dari kurangnya literasi. Dari semula literasi ekonomi konvensional memang lebih banyak bila dibandingkan ekonomi syariah.

“Tetapi, waktu dibilang pengertian ekonomi syariah itu, banyak yang mungkin belum paham. Kenapa? Karena dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, semua belajarnya tidak boleh makan babi, minum alkohol, dan lain-lain, itu dosa-dosa. Tapi mungkin dari sisi riba, tidak diajarkan di sekolah,” papar Dima, di Jakarta, Selasa (22/5).

Hal tersebut yang menurut Dima menjadi sumber permasalahannya. Baru sekarang ini istilah ekonomi syariah mulai dikenal masyarakat. Literasi ekonomi syariah tersebut yang membuat sebagian umat Muslim memutuskan untuk berhijrah dari sistem ekonomi konvensional.

Namun demikian, meski mayoritas penduduk Indonesia Muslim, market share-nya masih didominasi oleh skema konvensional.

Sebagai informasi, Alami resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penyelenggara fintech pembiayaan P2P berbasis syariah, atau lebih dikenal dengan pembiayaan peer-to-peer (P2P) syariah, pada 30 April 2019.

Hal tersebut yang menjadi batu loncatan penting untuk membuktikan komitmen jangka panjang AIami dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah di Indonesia.

Dengan terdaftarnya Alami di OJK , menambah alternatif layanan pembiayaan bagi para pelaku UMKM di Indonesia yang membutuhkan jasa keuangan bebas riba dengan mengadopsi prinsip syariah. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: