Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO I Dok. Setkab
OJK akan meningkatkan kerja sama dengan lembaga dan instansi terkait, di antaranya dalam rangka pendirian Bank Wakaf Mikro menjadi sekitar 100 lembaga pada akhir tahun 2019.

Sharianews.com, Jakarta ~ Presiden Joko Widodo dalam laman resmi Sekretariat Kabinet RI, menyampaikan telah mengembangkan beberapa hal yang berkaitan dengan ekonomi keumatan seperti Bank Wakaf Mikro.

Orang nomor satu di negeri ini mengatakan Bank Wakaf Mikro yang didirikan di pondok-pondok pesantren, memiliki lingkungan komunitas bisnis yang baik. Sehingga bisa mengembangkan ekonomi umat.

“Karena saya juga cek langsung ke beberapa pondok yang berjalan ini, alhamdulillah sangat baik,” ujar Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan para Kiai/Habib se-Jadetabek, di Istana Negara, Jakarta.

Lebih lanjut, dalam laman Sekretariat Kabinet RI, Jokowi juga menyampaikan pengembangan ekonomi umat melalui BWM berkembang dengan baik. Contoh perubahan ke arah yang baik seperti yang sebelumnya berjualan keliling menjadi memiliki warung.

“Dulunya, misalnya di lingkungan itu ada bakso di gerobak, setelah mendapatkan pinjaman dari Bank Wakaf Mikro bisa memiliki warung, jualan di warung. Lalu, yang dulunya jualan gorengan, setelah mendapatkan bantuan dari Bank Wakaf Mikro bisa berjualan gorengan dan nasi uduk. Ya, memang ini ekonomi super mikro yang kita tuju memang ke sana,” tambah Jokowi.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus berusaha memperluas penyediaan akses keuangan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta masyarakat kecil di daerah terpencil yang belum terlayani lembaga keuangan formal.

OJK akan meningkatkan kerja sama dengan lembaga dan instansi terkait, di antaranya dalam rangka pendirian Bank Wakaf Mikro menjadi sekitar 100 lembaga pada akhir tahun 2019.

Skema pembiayaan melalui Bank Wakaf Mikro adalah pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp3 juta dan margin bagi hasil setara 3 persen . Selain itu, dalam skema pembiayaan Bank Wakaf Mikro juga disediakan pelatihan wirausaha dan pendampingan serta pola pembiayaan yang dibuat per kelompok atau tanggung renteng.

Lembaga ini tidak diperkenankan mengambil simpanan dari masyarakat karena memiliki fokus pemberdayaan masyarakat melalui pembiayaan disertai pendampingan usaha. Lembaga ini juga berstatus sebagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang diberi izin dan diawasi oleh OJK. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo