Sabtu, 28 November 2020
13 Rabi‘ at-akhir 1442 H
Home / Ekbis / Jokowi Berharap Inovator Fintech Tidak Hanya Sebagai Penyalur Pinjaman dan Pembayaran Daring
Foto dok. Setneg
Fintech telah memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional dan menambah akses masyarakat terhadap pembiayaan.

Sharianews.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan fintech telah memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional dan menambah akses masyarakat terhadap pembiayaan.

Namun, masih ada pekerjaan rumah yang besar karena indeks inklusi keuangan masih tertinggal dibandingkan beberapa negara lain. Harapannya, para inovator fintech tidak hanya berperan sebagai penyalur pinjaman dan pembayaran daring, tetapi sebagai penggerak utama literasi keuangan digital bagi masyarakat.

“Fintech juga diharapkan dapat mendampingi perencanaan keuangan serta memperluas UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dalam hal akses pemasaran e-commerce. Selain itu, para pelaku industri fintech perlu memperkuat tata kelola yang lebih baik serta memitigasi berbagai potensi risiko yang ada,” ,” jelas Jokowi, dalam Pekan Fintech Nasional (PFN) 2020, Rabu (11/11).

PFN 2020 berlangsung dari 11-25 November 2020 diawali dengan kegiatan Indonesia Fintech Summit (IFS) 2020 pada 11-12 November, yang bertemakan “To Survive and To Thrive: Accelerating National Economic Recovery through Concerted Efforts in the Digitization of Indonesia’s Financial Services”.

Berfokus untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan mendukung transformasi digital, IFS 2020 menjadi upaya sinergi antara para pelaku industri fintech dan regulator. Terutama di tengah masa pandemi, kolaborasi yang dijalin harus semakin gencar sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2020 yang membaik, didorong meningkatnya realisasi stimulus Pemerintah serta mulai membaiknya mobilitas masyarakat dan permintaan global.

Ketua Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Niki Luhur mengatakan fintech atau ekonomi digital dinilai mampu mendukung pemulihan ekonomi khususnya selama diberlakukannya pembatasan sosial skala besar (PSBB) berkat kontribusinya bagi individu dan UMKM untuk bertransaksi.

“Fintech memegang peranan yang penting saat ini, bahkan Aftech mencatat sebanyak 55 inisiatif dari 52 perusahaan fintech menyasar masyarakat sebesar 47,3 persen, UMKM sebesar 45,4 persen, pemerintah 5,5 persen, dan 1,8 persen lainnya guna mengurangi dampak ekonomi Covid-19,” ujar Niki Luhur.

Dukungan lainnya juga terlihat dari kontribusi bagi lembaga keuangan seperti memfasilitasi pelaku bisnis untuk memiliki alat pembayaran, penyelesaian dan kliring, mewujudkan implementasi investasi yang lebih efisien, memitigasi risiko dari sistem pembayaran konvensional serta menabung dan mendanai.

Beberapa topik bahasan yang menjadi sorotan diskusi dalam IFS 2020 antara lain: (i) Digitalisasi sistem pembayaran Indonesia dan dampaknya terhadap perekonomian; (ii) Inovasi keuangan digital: SupTech dan RegTech; (iii) Teknologi dan infrastruktur fintech; dan (iv) Perkembangan Fintech Syariah di Indonesia.

Rep. Aldiansyah Nurrahman