Minggu, 28 November 2021
23 Rabi‘ at-akhir 1443 H
Home / Haji umrah / Jika Penyelenggaraan Haji dengan Kuota Terbatas, Bagaimana Penentuan Jemaahnya ?
Foto dok. Pexels
Akan melakukan seleksi jemaah berdasarkan kriteria berikut:

Sharianews.com, Jakarta - Penyelenggaraan haji 1442 H/2021 M kemungkinan masih terbuka, meski dengan pembatasan kuota. Lalu, apabila haji diselenggarakan dengan kuota terbatas, bagaimana kebijakan penentuan jemaah berhak berangkat?

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan seleksi jemaah berdasarkan kriteria berikut:

1. Kuota haji dibagi secara proporsional sesuai kuota provinsi dan/atau kabupaten/kota tahun 1441H/2020M.

2. Jemaah Haji Lunas Tahun 1441H/2020M, akan diurutkan berdasarkan nomor porsi per provinsi dan/atau kabupaten/kota.

3. Daftar jemaah berhak lunas disusun bedasarkan nomor urut porsi per provinsi dan/atau kab/kota dan besaran alokasi kuota haji tahun 1442H/2021M.

4. Jemaah haji lunas tahun 1441H/2020M dan masuk alokasi kuota haji tahun 1442H/2021M namun mengajukan pengembalian setoran lunas tetap diberikan kesempatan melunasi kembali.

5. Jemaah haji lunas tahun 1441H/2020M namun tidak masuk alokasi kuota haji tahun 1442H/2021M menjadi cadangan sesuai urutan nomor porsi.

“Apabila ada persyaratan rentang usia, akan dilakukan proses pemilahan Jemaah haji lunas tahun 1441H/2020M, berdasarkan persyaratan rentang usia yang ditetapkan pemerintah arab Saudi,” kata dia, Kamis (08/04).

Zainut menjelaskan Kementerian Agama terus melakukan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1442 H/2021 M sembari menunggu informasi resmi dari Arab Saudi. Meski kemungkinan penyelenggaraan haji tahun ini dengan pembatasan kuota.

Ada sejumlah alasan terkait optimisme tersebut. Pertama, Arab Saudi dan Indonesia telah melakukan vaksinasi dalam rangka menanggulangi pandemi Covid-19. Kedua, otoritas Arab Saudi juga telah menyatakan akan membuka penerbangan internasional pada 17 Mei 2021.

“Situasi ini lebih positif dibandingkan tahun lalu yang menutup penerbangan luar negeri, tak terkecuali selama musim haji 2020. Oleh karenanya, seberapapun tipis kemungkinannya, kami masih tetap terus mempersiapkan penyelenggaraan haji pada tahun ini,” tandas dia.

Rep. Aldiansyah Nurrahman