Sabtu, 11 Juli 2020
21 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Lifestyle / Jemaah Salat Jumat Jaga Jarak 1 Meter, JK Sarankan Salat Jumat Dilakukan Dua Sif
Foto dok. Instagram Jusuf Kalla
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) menyampaikan pelaksanaan salat jumat dilakukan sebanyak dua sif. Hal itu, lantaran adanya protokol kesahatan yang meminta jemaah salat berjarak satu meter.

Sharianews.com, Jakarta - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) menyampaikan pelaksanaan salat jumat dilakukan sebanyak dua sif. Lantaran adanya protokol kesahatan yang meminta jemaah salat berjarak satu meter.

Mantan Wakil Presiden Indonesia yang pernah menjabat selama dua periode ini mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan di masjid. Dimulai dari cuci tangan, tidak memakai karpet, membawa sajadah sendiri, mematikan pendingin udara (AC), hingga menjaga jarak satu meter.

Dengan kebijakan satu meter itu, menurutnya, memungkinkan umat muslim yang ingin melaksanakan salat jumat di masjid tidak tertampung.

“Daya tampung masjid hanya maksimum 40 persen dari pada kapasitas biasanya. Akibatnya ialah banyak tidak tertampung, bisa tidak salat jumat. Karena itu dianjurkan untuk salat jumat dua kali, dua gelombang, dua sif” ujar JK, dalam Instagram pribadinya, Selasa (2/6).

Ia mengungkapkan, hal itu bisa dilakukan sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta tahun 2001. Ada dua fatwa terkait ini, MUI Pusat fatwanya bersifat  permintaan industri. Sementara fatwa MUI DKI Jakarta ini karena kekurangan tempat, bersifat darurat.

Dengan kebijkan jarak satu meter, masjid hanya mampu menampung jemaah 40 persen dari kapasitas masjid. Bila jaraknya 1,5 meter, hanya menampung 25 persen. Jadi tidak ada cara lain, salat jumat dilakukan dua kali, bahkan tiga kali.  

Sebagai informasi, fatwa MUI DKI Jakarta tertanggal 16 Juli 2001 diputuskan bahwa salat jumat boleh dilaksanakan dua sif, dengan syarat waktu pelaksanaannya masih dalam batas waktu zuhur. Semua pelaksanaan salat jumat tersebut dinilai sah, sehingga tidak perlu dilakukan ibadah salat zuhur.

Sementara Fatwa MUI Pusat Nomor 5/MUNAS VI/MUI/2000 tentang Pelaksanaan Salat Jumat Dua Gelombang menimbang pelaksanaan salat jumat dua gelombang atau lebih dari satu kali boleh dilakukan di industri yang sistem operasionalnya bersifat nonstop 24 jam. Muslim yang bekerja di industri tersebut tidak dapat melaksanakan salat jumat, kecuali jika dilakukan dengan dua gelombang.

Rep. Aldiansyah Nurrahman