Selasa, 19 November 2019
22 Rabi‘ al-awwal 1441 H
Home / Ekbis / Jelang ISEF 2019, YPHI: Industri Halal akan Besar Bila Diolah Secara Berjemaah
FOTO I Dok. ekonomi.okezone.com
ISEF ke-6 akan diselenggarakan pada 12-17 November 2019 di Jakarta, dengan mengusung tema "Sharia Economy for Stronger and Sustainable Growth".

Sharianews.com, Jakarta ~ Bank Indonesia (BI) bersama Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) akan menyelenggarakan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-6 untuk mendorong Indonesia sebagai pusat rujukan ekonomi dan keuangan syariah global.

ISEF ke-6 akan diselenggarakan pada 12-17 November 2019 di Jakarta, dengan mengusung tema "Sharia Economy for Stronger and Sustainable Growth". Tema tersebut selaras dengan agenda event ekonomi syariah (eksyar) dunia sepanjang 2019.

Ketua Umum Yayasan Produk Halal Indonesia, Muhammad Yanis Musdja mengatakan event tersebut dibutuhkan agar Indonesia mampu menggelorakan industri halal ke depannya.

"Jadi untuk menggelorakan halal industri ini, kita butuh sosialisai, butuh proses, baik itu di tingkat ulama, pemerintahan, masyarakat, dia akan besar kalau industri ini diolah secara berjemaah," ujar Yanis dalam sambungan telepon, Rabu (6/11).

Ditambahkan Yanis, event ini sangat bagus untuk mendukung sertifikasi halal. Seperti diketahui, saat ini pemerintah sudah mengumumkan bahwa sertifikasi halal dipindahkan dari LPPOM MUI ke BPJPH.

"Halal ini akan semakin luas, jadi tidak hanya fokus kepada makanan dan minuman saja, tetapi bisa termasuk kepada barang pakai, pariwisata, dan kita harapkan semua hal yang bernuansa syariah kita bisa bangkitkan melalui event ini nantinya," ujar Yanis yang juga sekjen asosiasi auditor halal internasional.

ISEF 2019 akan bersanding dengan event internasional dari berbagai belahan dunia, antara lain Malaysia International Halal Showcase (MIHAS), Global Islamic Economy Singapore (GIES), Halal Trade Expo Korea, London Sukuk Summit, dan Washington DC Halal Expo & Summit 2019.

Dalam pelaksanaannya, ISEF 2019 selain bermitra dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), LPPOM-MUI, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dan Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), juga melibatkan mitra strategis internasional seperti Islamic Financial Services Board (IFSB), International Islamic Financial Market (IIFM), Organization for Islamic Cooperation (OIC), The Association of Development Financing Institutions in Member Countries of the Islamic Development Bank (ADFIMI), dan World Halal Association. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo