Rabu, 20 Januari 2021
07 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Ekbis / Jangan Keliru, BPJPH Tegaskan Penetapan Kehalalan Produk Kewenangan MUI
Foto dok. Istimewa
Pemahaman keliru mereka akan menyesatkan pemahaman masyarakat yang menerima informasi tersebut

Sharianews.com, Jakarta - Menyusul beredarnya informasi yang menyatakan bahwa kewenangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam penetapan kehalalan produk digantikan perannya oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, BPJH menegaskan itu tidak benar.

Kepala BPJPH Kementerian Agama Sukoso menegaskan bahwa penetapan kehalalan produk tetap menjadi kewenangan MUI. “Fatwa penetapan kehalalan produk tetap menjadi kewenangan Majelis Ulama Indonesia,” tegasnya, Kamis (07/01).

Penyebab kelirunya informasi tersebut, disebabkan salah persepsi dalam UU Jaminan Produk Halal dan UU Cipta Kerja. Sukoso menyerukan kepada pihak-pihak yang memiliki penafsiran keliru tentang regulasi Jaminan Produk Halal agar benar-benar memahami seluruh peraturan perundang-undangan Jaminan Produk Halal yang ada. 

Sebab jika tidak, maka pemahaman keliru mereka akan menyesatkan pemahaman masyarakat yang menerima informasi tersebut. Sebaliknya, dengan pemahaman yang tepat dan sejalan dengan regulasi, maka mereka justru dapat ikut berpartisipasi dalam menyosialisasikan Jaminan Produk Halal dengan tepat kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sukoso memastikan, terbitnya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja tidak mengubah kewenangan MUI dalam penetapan kehalalan produk. 

Pasal 33 Undang-undang No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal mengatur bahwa penetapan kehalalan produk dilakukan oleh MUI melalui pelaksanaan Sidang Fatwa Halal. Ketentuan yang sama ditegaskan juga dalam pasal 33 UU Cipta Kerja, bahwa penetapan kehalalan produk dikeluarkan oleh MUI melalui Sidang Fatwa Halal.

"Jadi jelas, baik UU Jaminan Produk Halal maupun UU Cipta Kerja, keduanya sama-sama mengatur bahwa penetapan kehalalan produk menjadi kewenangan MUI," jelas Profesor bidang Bioteknologi ini.

Rep. Aldiansyah Nurrahman

Tags: