Selasa, 17 September 2019
18 Muḥarram 1441 H
Home / Keuangan / Jamkrindo Berikan Penjaminan agar Perbankan Lebih Berani
FOTO I Dok. Trubus.id
Meski memberikan jaminan, Jamkrindo bukanlah asuransi penjaminan, tetap ada subrogasi

Sharianews.com, Jakarta ~ PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamkrindo) memberikan penjaminan ke berbagai sektor untuk mendukung program nawacita. Sektor yang menjadi tulang punggung mayoritas masyarakat Indonesia dan dinilai memiliki risiko tinggi seperti sektor kelautan.

Jamkrindo diberikan tugas oleh pemerintah untuk melakukan penjaminan di sektor tersebut, sehingga perbankan itu lebih berani untuk menyalurkan pembiayaan. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Pengendalian Penjaminan Syariah, Jaminan Kredit Indonesia, Barlianta Jumhari Sigit.

Barlianta menjelaskan apabila terjadi kelalaian pembayaran penerima pembiayaan kepada bank, Jamkrindo akan memberikan talangan.

“Ketika nasabah menerima pembiayaan dari perbankan, tetapi karena satu dan lain hal yang dinilai wajar sehingga mengalami gagal bayar,Jamkrindo akan talangi dulu ke perbankan, karena komitmennya seperti itu,” kata Barlianta menjelaskan, di Jakarta (29/11/2018).

Namun, karena ini sifatnya talangan, maka pengembaliannya tetap bersifat wajib. Ia menegaskan bahwa Jamkrindo bukanlah asuransi penjaminan. Penjaminan berbeda dengan asuransi, asuransi risikonya dihitung di depan, bisa tidak ada subrogasi, sementara penjaminan tetap ada subrogasi.

Ke depan, pembayaran untuk subrogasi akan disesuaikan dengan kemampuan nasabah, tidak ada pemaksaan tertentu yang akan dilakukan Jamkrindo. Termasuk  ketentuan harus membayar selama setahun.

“Jadi di-costum sesuai kemampuan nasabah. Sehingga dengan menggunakan penjaminan, nasabah yang mengalami kesulitan pembayaran, akan kita talangi dulu. Pembayaran kepada kami itu, bisa di-custom sesuai dengan kesanggupan,” kata Barlianta menambahkan.

Ia juga mengungkapkan bila kemampuan nasabah selama dua tahun, maka akan diberikan selama dua tahun. Namun, Ia juga mengakui tetap ada yang bertugas menghitung sejauh mana proses pengembaliannya.

Anak perusahaan Perum Jamkrindo yang berdiri pada 19 September 2014 ini sendiri mencatatkan aset pada 2017 sebesar Rp 469,33 miliar. Meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 354.76 miliar. Dengan jumlah laba komprehensif tahun berjalan pada 2017 senilai Rp 14,35 miliar, naik dari 2016 yang ketika itu berjumlah Rp 5.22 miliar. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo