Sabtu, 21 September 2019
22 Muḥarram 1441 H
Home / Keuangan / Jaminan Kehalalan Produk Perlu Perhatikan Supply Chain
kanan Nofrisel
Peranan aspek pelayanan atau jasa distribusi dalam rantai proses label halal ini biasanya memiliki cakupan tugas shorting, packaging hingga pengiriman  produk ke berbagai daerah di Indonesia lewat transportasi jalur darat, udara maupun laut.

Sharianews.com, Jakarta ~ Penyematan label produk halal bukan hal yang sederhana, perlu memperhatikan prosesnya juga seperti supply chain, yang terkait dengan dua hal, yaitu bagaimana material atau produk didistribusikan serta layanan dan jasa distribusinya.

Demikian dikatakan oleh Ketua Dewan Pakar Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Nofrisel. Lebih lanjut, Nofrisel mengatakan identifikasi dalam bentuk produk, itu lebih mudah dilakukan karena lebih wujudnya nyata, lebih kasat mata, sehingga sertifikasi maupun diagnosisnya terhadap produk lebih mudah, dibanding dengan layanan distribusi yang tidak kasat mata, sehingga lebih sulit mengidentifikasi. 

Dijelaskan peranan aspek pelayanan atau jasa distribusi dalam rantai proses label halal ini biasanya memiliki cakupan tugas shorting, packaging, dan pengiriman  produk ke berbagai daerah di Indonesia lewat transportasi jalur darat, udara maupun laut. Tak jarang, transportasi tersebut tidak bisa sehari sampai dan menjangkau ke seluruh Indonesia, karena itu butuh persinggahan dan membutuhkan sarana penitipan atau gudang.

"Nah, tentu saja gudang singgah itu harus dikelola dengan baik, dengan tata cara penyimpanan gudang yang baik pula," tutur Nofrisel. 

Hanya yang perlu diperhatikan adalah kondisi di dalam gudang yang biasanya tidak hanya berisi satu jenis barang, karena itu di gudang mestilah dilakukan serangkaian proses seperti shorting, packing, dan segala macam lainnya. Diperlukan pemilahan agar kehalalannya tetap terjaga, tidak bercampur dengan yang tidak halal.

“Sehingga kita bisa memilah bahwa barang-barang ini adalah barang-barang yang memang tidak boleh terkontaminasai dari ketidakhalalan,” tegas Nofrisel, saat menjadi pembicara di acara Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) bertajuk, Halal Value Chain, di Hotel Manhattan, Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Proses Packaging

Di dalam gudang penyimpanan, barang-barang bisa saja disebut dengan istilah barang retail, biasanya menjalani proses pengemasan atau packaging sedemikan rupa. Dari sinilah proses identifikasi awal sudah mulai bisa dilakukan, sehingga proses antisipasi terhadap kemungkinan terkontaminasi dengan produk dan barang yang tidak halal bisa dilakukan.

Memahami pentingnya proses packaging ini, maka proses layanan atau jasa distribusi menjadi hal yang sangat penting diperhatikan, karena bisa saja berdampak terhadap kehalalan suatu produknya. 

Namun demikian, Nofrisel mengatakan, saat ini dari aspek pelayanan sudah mulai banyak mendapat perhatian, terlebih karena kini sudah mulai tumbuh kesadaran terhadap industri halal. 

Hal lainnya, perkembangan Cold Storage berbasis halal juga sudah mulai tumbuh. Banyak perusahaan yang sudah bergerak dan mulai memperhitungkan aspek kehalalan sebagai bagian dari proses yang harus dipertimbangkan.

Karena itu, kedepan dengan regulasi yang sudah ada, seperti saat ini, diyakini industri halal akan tumbuh dengan lebih baik. Meski begitu, masih diperlukan beberapa langkah  penjabaran secara terstruktur, komprehensif, sehingga mudah diterima oleh semua pihak. Berikut ini beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian semua pihak. 

Pertama, pemahaman terhadap technical knowledge, yaitu pengetahuan teknis terhadap how to manage logistic services dari setiap barang atau produk.

Kedua, secara kelembagaan sudah ada beberapa pihak yang terlibat dalam pengembangan technical knowledge tersebut. Namun demikian, dalam konteks kelembagaan ini, Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) perlu ikut membantu sebagai penasihat atau apapun yang bisa memberi pandangan-pandangan tentang prosesnya di lapangan.

Ketiga, bagaimana menjadikan Indonesia sebagai production based sekaligus market based dari barang-barang atau produk industri halalnya. “Karena itu kita punya spirit dan motivasi yang besar, jangan sampai negara lain yang tidak memiliki peternakan sama sekali misalnya, tetapi bisa mengkalim memiliki industri halal food global,” pungkas Nofrisel. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil