Minggu, 27 September 2020
10 Ṣafar 1442 H
Home / Lifestyle / Jalankan Kampus Merdeka, Ini Langkah yang Perlu Dipersiapkan
Foto dok. Pexels
Tidak terkecuali perguran tinggi berbasis Islam. Penyesuaian pun perlu dilakukan agar terelasisasi denga baik.

Sharianews.com, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengeluarkan kebijakan Kampus Merdeka. Semua perguruan tinggi mesti mengikuti kebijakannya, tidak terkecuali perguran tinggi berbasis Islam. Penyesuaian pun perlu dilakukan agar terelasisasi denga baik.

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam Kampus Merdeka adalah pertukaran pelajar. Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Mamat S. Burhanuddin memaparkan langkah yang diperlukan agar itu berjalan dengan baik.

Dari segi perguran tinggi, Mamat mengungkapkan langkah yang mesti dilakukan diantaranya menyusun kebijakan/pedoman akademik untuk memfasilitasi pembelajaran di luar prodi. Kemudian, membuat dokumen kerja sama (Mou/SPK) dengan mitra.

“Selanjutnya, bagi program studi (prodi) langkah yang mesti dilakukan antara lain menyusun atau menyesuaikan kurikulum dengan model implementasi Kampus Merdeka. Lalu, memfasilitasi mahasiswa yang akan mengambil pembeljaran lintas prodi dalam perguruan tinggi. Serta, menawarkan mata kuliah yang bisa diambil oleh mahasiswa di luar prodi dan luar perguruan tinggi beserta persyaratannyam,” tuturnya, dalam webinar baru-baru ini.

Sementara untuk fakultas, perlu menyiapkan fasilitasi daftar mata kuliah tingkkat fakultas yang bisa diambil mahasiswa lintas prodi. Lalu, menyiapkan dokumen kerja sama (Mou/SPK) dengan mitra yang relevan.

Begitu pun dengan mahasiswa. Beberapa langkah messti dilakukan mahasiswa. Pertama, mahasisiawa merencanakan dengan Dosen Pembimbing Akademik mengenai program mata kuliah/program yang akan diambil di luar prodi. Kedua, Mendaftar program kegiatan di luar prodi.

Ketiga, melengkapi persyaratan kegiatan luar prodi, termasuk mengikuti seleksi bila ada. Keempat, mengikuti program kegiatan sesuai dengan ketentuan pedoman akademik yang ada.

Persiapan juga perlu dilakukan mitra. Diantaranya, membuat dokumen kerja sama (MoU/SPK) bersamaperguruan tinggi/fakultas/prodi. Selanjutnya melaksanakan prgramkegiatan luar prodi sesuai dengan ketentuan yang ada dalam dokumen kerja sama (MoU/SPK).

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menyikapi pertukaran pelajar dalam kebijakan Kampus Merdeka dengan membentuk kerangka acuan minimal kurikulum yang dibuat KNEKS bersama stakeholders. Kurikulum yang diperuntukan untuk prodi S1 Ekonomi Syariah ini bisa mempermudah pertukaran pelajar.

Direktur Bidang Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat menjelaskan 10 perguruan tinggi terlibat dalam penyusunan kurikulum yang digagas KNEKS ini. Hasilnya disepakati ada 10 mata kuliah inti yang merupakan mata kuliah mayor prodi Ekonomi Syariah.

“Dengan 10 mata kuliah tersbut, berarti ada kesamaan antar perguruan tinggi di Indonesia untuk prodi Ekonomi Syarih. Pertukaran pelajar antar kampus pun menjadi memungkinkan,” pungkas Emir.

Rep. Aldiansyah Nurrahman