Minggu, 7 Juni 2020
16 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / ISMI Sebut Dua Kategori Industri Halal, Apa Saja?
Menurut Ilham halal itu banyak aplikasinya, bukan sekadar makan dan minum tetapi juga tidak boleh ada unsur judi dan spekulasi. Dari segi konsep bisnis, peluang industri halal masih banyak yang bisa dikembangkan.

Sharianews.com, Jakarta ~ Industri halal terbagi dalam dua kategori: klasik dan inovatif. Hal tersebut disampaikan oleh Ilham Akbar Habibie, Ketua Umum Ikatan Saudagar Muslim Indonesia.

Sebagai contoh dalam pariwisata halal, untuk klasik ada komponen seperti mulai dari hotel, kemudian agenda turnya disesuaikan dengan umat Muslim yang diwajibkan untuk salat. Sehingga dalam perjalanannya disediakan tempat untuk salat. Selain itu terkait penyediaan makanan dan minuman halal.

Sementara, untuk kategori inovatif misalnya dibuat eco friendly tour, jadi pariwisata ramah lingkungan. Bagaimana menciptakan bahan-bahan yang harus ramah lingkungan.  

“Ramah lingkungan juga pasti menjadi satu hal positif di mata Allah SWT, karena kita memproteksi lingkungan,” jelas Ilham, di Jakarta, Jumat (18/1).

Habibie sendiri juga menyampaikan bahwa saat ini industri halal tengah mengalami perkembangan. Sebagai contoh: beberapa tahun lalu tidak banyak orang yang berbicara mengenai kosmetik halal. Namun sekarang, kosmetik halal seperti Wardah sudah mengalahkan semua kosmetik yang ada di pasaran dan berhasil menduduki peringkat pertama.

“Fenomena tersebut pada awalnya tidak berkaitkan langsung dengan halal atau syariah. Ini yang saya maksudkan dengan inovatif,” ujar putra Presiden ketiga RI ini.

Ilham juga menyampaikan, para pengusaha atau saudagar harus berpikir secara luas untuk menerapkan bisnis yang mungkin memiliki keterkaitan dengan konsumen.

Menurut Ilham halal itu banyak aplikasinya, bukan sekadar makan dan minum tetapi juga tidak boleh ada unsur judi dan spekulasi. Dari segi konsep bisnis, peluang industri halal masih banyak yang bisa dikembangkan.

“Banyak sekali konsep yang menurut ISMI perlu dikembangkan lebih lanjut. ISMI akan mengembangkan konsep tersebut, bukan mengembangkan perusahaannya,” ujar Ilham

Dari sisi koneksi bisnis, ISMI juga mendorong anggotanya dengan memberikan pelatihan yang bisa dimanfaatkan.

Sedangkan dari sisi organisasi, ISMI mirip dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia yang salah satu tugasnya adalah berjejaring, baik di dalam dan di luar negeri. Utamanya di dalam negeri agar bisa saling mengenal, sehingga peluang bisnis yang ada, menjadi semakin lebih lebar dan lebih baik. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo