Jumat, 6 Desember 2019
09 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Ziswaf / ISEF 2019, Wakaf Produktif Tingkatkan Geliat Ekonomi Syariah di Indonesia
Talkshow tersebut mengangkat peran ekonomi Islam dalam kehidupan yang dipaparkan oleh KH. Wahfiudin Sakkam.

Sharianews.com, Jakarta ~ Pada forum Sustainanble Finance untuk wakaf produktif turut hadir KH. Wahfiudin Sakkam sebagai Dewan Syariah Dompet Dhuafa, Dodi Reza Alex Noordin sebagai Bupati Musi Banyuasin, Irwan Abdollah, praktisi pasar modal syariah dari Bursa Efek Indonesia.

Talkshow tersebut mengangkat peran ekonomi Islam dalam kehidupan yang dipaparkan oleh KH. Wahfiudin Sakkam.

“Tegakkan ibadah maka kamu akan terbentuk dari sistem ekonomi dan politik yang adil," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima sharianews, Sabtu (16/11).

Ditambahkan Wahfiuddin, ekonomi syariah tidak terlepas dari nilai ibadah. Sistem ekonomi tidak berjalan ketika tidak melibatkan nilai spritual di dalamnya. Sikap kehati-hatian harus diterapkan oleh pelaku ekonomi syariah, sebab semua transaksi ekonomi melibatkan prinsip agama.

Di tempat yang sama, Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noordin menjelaskan, di daerahnya, pengelolaan wakaf berkembang menjadi lebih produktif sebagai contoh pengelolaan industri sawit.

"Wilayah kami menjadi wilayah contoh dalam pengembangan wakaf perkebunan dengan membangun pengolahan sawit. Sabagaimana telah dicontohkan oleh sahabat Nabi Muhammad Saw, bahwa wakaf yang pertama di bumi ini adalah wakaf kebun yang terus bergulir kebermanfaatanya. Kami mencontoh itu, mencoba untuk mengikuti skema itu, sehingga hasilnya kembali untuk masyarakat dengan dukungan dari seluruh aspek baik pemerintahan daerah maupun investor," ujar Dodi Reza Alex Noordin.

Perkembangan wakaf kian berubah seiring laju teknologi serta sasarannya. Masuk era milenial, wakaf mengalami adaptasi dengan melakukan kerja sama berbagai jaringan aplikasi. Kini, berwakaf kian mudah tanpa harus menunggu lama. Hal ini dituturkan oleh Irwan Abdollah dari Bursa Efek Indonesia dan praktisi pasar modal syariah.

“Kami mengembangkan wakaf saham, kita bicara tentang wakaf untuk anak muda, karena selama ini wakaf masih terorientasi terhadap aset. Kalau saham ada persyaratan khusus, namun jika wakaf bisa kapan saja. Wakaf saham ada dua yaitu saham syariah, 60 persen saham yang ada di Bursa Efek Indonesia merupakan saham syariah, keuntungan dari saham dengan defiden atau untung dagang dari jual beli saham," sambung Irwan. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo