Kamis, 5 Desember 2019
08 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Haji umrah / IPHI Kembangkan Sektor Pangan dalam 3 Kuartal
Ketua IPHI, Ismed Hasan Putro. Foto/dok.kompas
Penetrasi pasar dari usaha tersebut akan dimulai secara bertahap.

Sharianews.com, Jakarta ~ Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) akan mengembangkan usaha produk-produk bahan pokok seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, teh, kopi, air mineral, garam di Indonesia. Penetrasi pasar dari usaha tersebut akan dimulai secara bertahap.

"Jadi nanti kita bagi menjadi tiga kuartal, untuk tahap pertama, mulai Januari selama empat bulan kita fokuskan ke Jabotabek, Lampung, Jabar untuk produk yang kita hasilkan, tahap kedua kita masuk wilayah Jateng, Yogya, Jatim, nanti kemudian bertahap lagi ke Bali dan NTB," ucap Ismed Hasan Putro, ketua IPHI lewat sambungan telepon, Senin (2/12).

Ismed menuturkan, hal tersebut dibuat bertahap disebabkan sistem dan konsolidasinya masih dibangun. Saat ditanya terkait sistem penjualannya, mantan Dirut RNI ini menjelaskan bahwa sistem penjualan akan dilakukan secara langsung melalui pasar.

"Kita ada juga online dan offline, kita masuk ke pasar ada toko-toko yang dimiliki alumni haji atau calon haji yang berminat mendistribusikan produk haji dari IPHI ini dan untuk harga insyaallah kita bersaing dengan produk yang lainnya," sambung Ismed.

Seperti diketahui, IPHI mengagendakan dan memantapkan posisi sebagai kekuatan ekonomi dan sosial umat dalam pembangunan ekonomi pangan di Rakernas ke 15 yang dilaksanakan pada Sabtu (30/11) lalu.

IPHI akan memproduksi sembilan bahan pokok dengan merek haji. Disampaikan Ismed, beragam produk yang akan dijual nantinya akan menggunakan label haji, misalnya beras haji, kopi haji, teh haji, air mineral haji, garam haji. Sentra produksi akan difokuskan untuk pihak-pihak yang sejalan dengan idealisme dan memanfaatkan jaringan IPHI di seluruh Indonesia.

Sementara Gubernur DKI, Anies Baswedan yang membuka acara Rekernas menyambut baik gagasan dan implementasi IPHI untuk bergerak dan memperkuat sektor pangan nasional

Menurut Ismed, program dasar bangsa Indonesia adalah pada sektor pangan. Saat ini menurutnya Indonesia belum memiliki roadmap jangka pendek maupun jangka panjang terkait masalah pangan.

"Akibatnya kita lebih banyak impor daripada memperdayakan petani lokal, dan akibatnya cadangan devisa kita terus tergerus untuk menutupi impor dolar yang diperlukan impor pangan tersebut," tutup Ismed. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo