Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO I Dok. govinsider
“Kita mengetahui bahwa di Indonesia banyak masalah pembanguanan yang tidak kalah penting, apakah itu masalah kemiskinan, masalah ketimpangan, dan masalah pengangguran. Karenanya unsur inklusifitas dari keuangan syariah menjadi salah satu perhatian utama dari KNKS, selain perkembangan sektor keuangannya,” papar Bambang.

Sharianews.com, Jakarta ~ Dalam rangka mencapai tujuan menjadikan Indonesia sebagai pemain utama keuangan syariah global, pemerintah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) melalui Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2016 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah yang dipimpin langusng oleh Presiden Joko Widodo selaku Ketua Dewan Pengarah.

Menteri Perencanaan dan Pembangunan/Kepala Bappenas, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan, untuk menjadikan Indonesia pemain utama keuangan syariah tidaklah mudah. Indonesia perlu berbenah diri, dari insitusi, regulator, sampai kepada pelakunya. Sehingga Indonesia pantas menyejajarkan diri, bahkan menjadi pemain utama keuangan syariah.

Karena, di negara lain, juga memiliki aspirasi yang sama dengan Indonesia terkait keuangan syariah, seperti di Malaysia, negara-negara Timur Tengah, maupun Inggris yang ada di Eropa.

Untuk itu, KNKS bisa memberikan perkembangan yang baik kepada keuangan syariah di Indonesia dengan cara menjalankan master plan keuangan syariah.

“Tentunya KNKS, di direktorat eksekutif diharapkan bisa menjalankan master plan dari keuangan syariah yang sudah diluncurkan dan kemudian melakukan kebijakan yang dianggap perlu, terhadap semua institusi yang berkaitan dengan keuangan syariah. Sehingga akhirnya kita bisa menjadi salah satu pemain utama,” jelas Bambang, di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Lebih lanjut, ia menyampaikan, jika berbicara mengenai keuangan syariah tidak terbatas hanya berbicara perbankan syariah, asuransi syariah ataupun lembaga keuangan syariah secara umum, tetapi juga inklusi.

“Kita mengetahui bahwa di Indonesia banyak masalah pembanguanan yang tidak kalah penting, apakah itu masalah kemiskinan, masalah ketimpangan, dan masalah pengangguran. Karenanya unsur inklusifitas dari keuangan syariah menjadi salah satu perhatian utama dari KNKS, selain perkembangan sektor keuangannya,” papar Bambang.

Harapannya, nanti instrumen seperti zakat, wakaf, infaq, dan sedekah (Ziswaf) bisa menjadi yang terdepan juga di dunia dan yang terpenting memberikan manfaat sebesar-besaarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Kita inginkan praktif Ziswaf akan menajdi contoh yang baik, tentnya tetap sesuai dengan yang dimuat kitab suci Al Quran. Tapi yang lebih penting langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sesuai kebutuhannya masing-masing,” tutup Bambang. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo