Kamis, 17 Oktober 2019
18 Ṣafar 1441 H
Home / Ziswaf / Inovasi Baznas, Kini Ada Unit Pengumpul Zakat di Setiap Instansi
UPZ dibangun untuk memfasilitasi layanan zakat aparatur sipil negara, lembaga negara, badan usaha milik negara, dan badan usaha milik swasta.

Sharianews.com, BogorBadan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menguatkan layanan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di institusi pemerintah, perusahaan milik negara dan swasta. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional UPZ Baznas 2019 di Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/10) hingga Jumat (11/10).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 108 peserta dari 48 UPZ. Hadir sebagai narasumber antara lain Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, Anggota Baznas, Emmy Hamidiyah dan Nana Mintarti, Direktur Utama, Arifin Purwakananta serta Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Muhammad Fuad Nasar.

Bambang mengatakan, UPZ dibangun untuk memfasilitasi layanan zakat aparatur sipil negara, lembaga negara, badan usaha milik negara, dan badan usaha milik swasta.

"Begitu strategis fungsi UPZ ini, maka perlu penguatan di dalam koordinasi, tata kelola, dan kualitas layanan mulai dari kekuatan amil-amil UPZ dalam mengelola zakat. Keterampilan amil harus makin berkembang sehingga makin baik dalam melayani muzaki dan Mustahik," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Sharianews, Kamis (10/10).

Saat ini, pengelolaan zakat diharapkan semakin efektif dan efisien, serta dapat meningkatkan manfaat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dan menanggulangi kemiskinan melalui program-program pendistribusian dan pendayagunaan yang telah disiapkan.

UPZ menjadi salah satu instrumen pengumpul zakat yang dipercaya masyarakat dengan jumlah penghimpunan yang terus meningkat.

"Sejak Januari hingga September 2019 ini saja, UPZ berhasil menghimpun Rp86miliar atau naik sebesar 40 persen bila dibandingkan dengan penghimpunan sepanjang tahun 2018. Penghimpunan 2018 sebesar Rp61miliar juga mengalami kenaikan sebesar enam persen bila dibandingkan pada 2017, dimana UPZ Baznas berhasil menghimpun Rp57miliar," katanya.

Selain penghimpunan yang tinggi, UPZ berhasil menyalurkan zakat kepada para Mustahik secara efektif yakni rata-rata sebesar 85 persen setiap tahunnya.

Potensi penghimpunan UPZ masih sangat besar karena banyak institusi pemerintah dan perusahaan swasta yang akan dibentuk UPZ, sehingga diharapkan dapat terus mengoptimalkan perannya melayani umat dalam melaksanakan zakat. 

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Muhammad Fuad Nasar berharap, setiap pimpinan kementerian/lembaga dan BUMN, Pemerintah Daerah dan BUMD, bisa memfasilitasi pegawai Muslim yang telah wajib zakat untuk dapat menunaikan kewajiban zakat dari penghasilan profesi melalui UPZ yang dibentuk di setiap instansi.

"Sedekah utama dan spesifik bagi pejabat adalah kebijakan. Potensi zakat nasional perlu dioptimalkan penghimpunannya melalui mekanisme UPZ Baznas ini," katanya.

Ia mengatakan, kesadaran berzakat di kalangan ASN, TNI/Polri serta pegawai BUMN/BUMD merupakan salah satu pilar pertumbuhan penghimpunan dana zakat di negara kita sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar.

"Kontribusi zakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi diharapkan dari tahun ke tahun dapat meningkat dan terukur," kata Fuad. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo

Tags: