Minggu, 24 Januari 2021
11 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Keuangan / Inkopsyah BMT Dapat Pembiayaan Rp 35 Miliar
-
Induk Koperasi Syariah Baitul Maal wa Tamwil (Inkopsyah BMT) mendapatkan dana pembiayaan sebesar Rp 35 miliar. Dana itu diperoleh dari kerjasama dengan Bank Jateng Syariah.

Induk Koperasi Syariah Baitul Maal wa Tamwil (Inkopsyah BMT) mendapatkan dana pembiayaan sebesar Rp 35 miliar. Dana itu diperoleh dari kerjasama dengan Bank Jateng Syariah.

Sharianews.com, Jakarta. Direktur Utama Inkopsyah BMT, Arisson Hendry mengatakan pembiayaan sebesar Rp 35 miliar akan digulirkan untuk anggota Inkopsyah BMT di wilayah  Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur serta dua BMT dari Jawa Barat dan Lampung.

“Dana Rp 35 miliar itu, karena waktunya mendesak yaitu dibulan Juni kemarin, seminggu sebelum syawal. Maka kami baru menyalurkan Rp 29 miliar. Masih tersisa 6 miliar. Mudah-mudahan bulan ini atau bulan depan bisa disalurkan kembali,” jelas Arrison, di Jakarta, Kamis (12/72018).

Pria yang juga berprofesi sebagai Dosen Perbankan Syariah di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Sebi ini mengungkapkan dari  jumlah yang sudah disalurkan, ada sekitar 11 anggota Inkopsyah BMT yang sudah menerima.

“Sementara sisa dana sebesar Rp 6 miliar itu masih ada dalam rekening Bank Jateng Syariah. Dana sisa tersebut rencananya akan disalurkan lagi ke Jawa Tengah atau Yogyakarta. Masih banyak yang belum,” papar Arrison.

Dari dana yang disalurkan tersebut, Arrison menjelaskan masing-masing anggota memperoleh kucuran dana sebesar di bawah Rp 3 miliar. Kecuali BMT Sidogiri sebesar Rp 10 miliar. “Sidogiri besar sesuai dengan besaran aset yang dimilikinya, sehingga mempercepat pengembangan di daerah sana,” jelasnya.

Selanjutnya, Arisson menambahkan, penyaluran dana ini diberikan kepada anggota Inkopsyah BMT yang terverifikasi memiliki kredibilitas yang cukup tinggi. “Artinya sebelum menerima penyaluran dana, terlebih dahulu dilakukkan verifikasi oleh Inkopsyah. Setelah itu, juga ada verifikasi oleh Bank Jateng Syariah,” jelasnya.

Dengan demikian langkah prudential-nya, langkah mitigasi resikonya sudah berjalan, cukup bagus. "Selain itu  kami juga menerapkan adanya batasan waktu dan batasan jumlah untuk penyalurannya.”

Kontrol dan pengawasan

Adapun kontrol kepada penerima dana dilakukan dengan cara setelah satu bulan pencairan, Inkopsyah BMT akan mengunjungi anggota penerima, memeriksa apakah sudah benar dilakukan sesuai prosedur. Kemudian, meninjau kembali, monitoring setelah enam bulan pencairan, juga bagaimana tingkat pengembaliannya untuk menjaga kualitas dari pembiayaan.

“Program pembiayaan ini diperuntukkan untuk umum saja. Artinya disalurkan kepada usaha kecil menengah anggota setempat. Itu yang diberikan Bank Jateng Syariah sangat bagus, tepat sasarannya,” ujarnya.

Arisson  menjelaskan bahawa pendanaan kerja sama dengan Bank Jateng Syariah ini, bukan yang pertama. Ini sudah yang kedua kalinya. Sebelumnya sebesar Rp 100 miliar. Namun tahun lalu belum dihabiskan, masih tersisa Rp 20 miliar. Dananya masih berada di Bank Jateng Syariah.

“Karena batas waktunya habis, kemudian kita mengajukan kembali sebesar Rp 35 miliar. Total yang sudah digunakan dari kerja sama dengan Bank Jateng Syariah ini sebesar Rp 115 miliar,” imbuhnya. "