Minggu, 5 Juli 2020
15 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Ekbis / Inilah Quick Wins Perbankan Syariah dalam Meksi 2019-2024
FOTO I Dok. pexels.com
Program ini merupakan inisiatif kegiatan yang menggambarkan percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah.

Sharianews.com, Pertumbuhan ekonomi halal global diprediksi akan terus meningkat. Ekonomi halal merupakan sebuah arus perekonomian baru yang berpotensi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi global. Hal ini mendorong peningkatan industri halal di tanah air yang menjadi potensi tersendiri bagi bank syariah untuk meningkatkan dukungannya dalam berbagai sektor.

Peran bank syariah menjadi lebih maksimal dengan adanya dukungan dari pemerintah melalui Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) yang telah mencanangkan beragam program strategis melalui Masterplan Ekonomi Syariah (Meksi) 2019-2024.

Berdasarkan data dari Global Islamic Economy Reports, perkembangan ekonomi halal global pada tahun 2020 akan mencapai 3,1 milyar dolar AS. Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan industri halal adalah dengan melakukan program percepatan (Quick Wins) perbankan syariah

Program ini merupakan inisiatif kegiatan yang menggambarkan percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah. Berikut ini tiga program percepatan (Quick Wins) yang dicanangkan pemerintah melalui Meksi 2019-2024:  

Membentuk National Halal Fund

Program quick wins pertama yang dicanangkan pemerintah adalah pembentukan National Halal Fund (NHF). NHF ini merupakan dana untuk mendukung pengembangan industri halal di Indonesia secara spesifik. Dana tersebut tidak menyediakan pembiayaan secara langsung, tetapi menggunakan mekanisme subsidi tingkat pembiayaan seperti praktik dalam KUR. Subsidi ini diberikan kepada nasabah bank syariah yang terlibat dalam pengembangan industri halal dan memenuhi syarat ketentuan pemberian pembiayaan.

Pada tahap awal, dana harus didstribusikan untuk sektor halal yang diprioritaskan. Pendanaan NHF akan berasal dari dua sumber utama, yaitu Kementerian Keuangan (dari Dana Pengeluaran Pemerintah) dan crowdfunding. Tujuan crowdfunding adalah untuk menarik wakaf, zakat, infaq, sedekah, dan dana lainnya yang diperoleh dengan cara halal. Dana dari crowdfunding tersebut akan digunakan untuk peningkatan kapasitas klien yang memenuhi syarat dan dapat dilakukan oleh bank syariah atau lembaga lainnya.

Membentuk Investment Bank Syariah

Program quick wins kedua adalah pembentukan investment bank syariah. Program ini hadir sebagai solusi atas permasalahan perbankan syariah yang masih berfokus pada segmen ritel, sehingga pengembangan dalam segmen korporasi menjadi tidak signifikan.

Kapasitas dan kapabilitas yang terbatas dan kurang berkontribusi dalam transaksi korporasi juga menjadi hal yang dinilai perlu pengembangan walaupun pada dasarnya saat ini sudah terdapat layanan investasi korporasi dan prioritas di industri perbankan syariah nasional.

Kekurangan ini perlu ditambal dengan cara pembentukan sharia investment bank yang diharapkan memiliki kapabilitas teknis dan keuangan yang dibutuhkan untuk pembiayaan berskala besar, khususnya proyek infrastruktur dan proyek pemerintah.

Menambah Jumlah Bank Umum Syariah yang Terdaftar Menjadi Lembaga Penyalur KUR Syariah

Program quick wins terakhir adalah penambahan jumlah bank umum syariah (BUS) yang memiliki fokus sebagai lembaga penyalur KUR syariah. Hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa fasilitas dan pelayanan yang selama ini ditawarkan bank syariah terkait di pusat maupun daerah sudah sesuai dengan hal-hal yang disyaratkan. Dengan demikian, masing-masing bank syariah dalam jangka pendek dapat memfokuskan diri untuk meningkatkan kinerja, fasilitas, dan layanan yang dibutuhkan untuk menjadi lembaga penyalur KUR syariah, sebelum akhirnya mengajukan diri.

Sementara itu, Kemenko Perekonomian, OJK, dan Bank Indonesia juga berperan dalam mendorong bank umum syariah untuk segera mendaftarkan diri. Hal ini penting karena KUR Syariah merupakan salah satu cara potensial untuk mendukung pembiayaan UMKM berbasis industri halal, terlebih peraturannya terkait KUR Syariah sudah tersedia.

Dengan demikian, BUS hanya perlu memanfaatkan peraturan dan peluang yang sudah ada tersebut. Selain itu, bank syariah memiliki potensi untuk menaikan tingkat dana penyaluran KUR Syariah yang masih jauh di bawah KUR konvensional. Poin quick wins ini akan menjadi prioritas klaster perbankan syariah dengan memasukkannya menjadi salah satu quick wins utama dalam poin pendirian national halal fund pada Masterplan Ekonomi Syariah. (*)

Achi Hartoyo