Selasa, 19 November 2019
22 Rabi‘ al-awwal 1441 H
Home / Keuangan / Ini yang Membuat Indonesia Jadi Pasar Keuangan Syariah Global Terfavorit
Ada beberapa hal yang membuat Indonesia mampu menyalip negara-negara the Gulf Cooperation Council (GCC) dan Malaysia yang mendominasi peringkat.

Sharianews.com, Jakarta ~ Indonesia berada di peringkat pertama Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019 dalam Pasar Keuangan Syariah Global, meningkat dari peringkat keenam di 2018.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/BAPPENAS Bambang Brodjonegoro mengungkapkan ada beberapa hal yang membuat Indonesia mampu menyalip negara-negara the Gulf Cooperation Council (GCC) dan Malaysia yang mendominasi peringkat atas sejak tahun 2011.

“lndonesia memiliki institusi keuangan syariah terbanyak di dunia, yaitu lebih dari empat ribu institusi. Lalu, aset keuangan syariah Indonesia di luar saham syariah dan Baitul Mal wat Tamwil (BMT) per Juni 2019 mencapai USD 94,44 miliar dengan pangsa pasar 8,29 persen,” jelasnya, di Gedung Bappenas, Jakarta (17/10)

Kemudian, total aset perbankan syariah tercatat sebesar Rp499,34triliun atau 5,95 persen dari total pangsa pasar keuangan syariah.

Sektor keuangan nonbank syariah yang mencakup asuransi syariah, pembiayaan syariah, dan lembaga keuangan non-bank syariah lainnya mencapai Rp 102,06 triliun. Reksadana syariah mencatat aset sebesar Rp33,06triliun sedangkan sukuk negara dan sukuk korporasi adalah Rp700,95triliun.

Kapitalisasi saham Syariah berdasarkan Index Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencapai Rp3.699,5triliun pada akhir Juni 2019. Total aset yang dike|ola oleh BMT diperkirakan sekitar Rp7,2triliun

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengelola sekitar Rp100triliun 5 6,57 miliar dolar AS, dan kini diberi mandat untuk berinvestasi 50 persen di luar industri perbankan.

Februari 2019, Indonesia kembali ke pasar Sukuk global ketika berhasil mengumpulkan 2 miliar dolar AS dari dual tranche Global Green Sukuk dan Sukuk Global Reguler.

Dua penerbitan Sukuk terdiri Global Green Sukuk 750 juta dolar AS dengan tenor 5,5 tahun yang jatuh tempo pada 20 Agustus 2024, dan Sukuk Global Reguler 1,25 miliar dolar denganAS tenor 10 tahun yang jatuh tempo pada 20 Februari 2029 masing-masing.

Total zakat yang terhimpun pada tahun 2018 berjumlah Rp8,1triliun atau setara dengan 559 juta dolar AS, sedangkan potensi zakat diperkirakan mencapai 16 miliar dolar AS.

Sementara jumlah wakaf tanah sebanyak 366.700 lokasi (49.589,99 Ha), dan 61,97 persen yang bersertifikat (Siwak Kemenag). Wakaf uang mencapai Rp255milyar dari 129 nazir Wakaf uang yang terdaftar periode 2011-2018 di Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Institusi pendidikan ekonomi syariah dan sejenis di Indonesia sebanyak 1.010 program studi, terdiri dari 52 program vokasi D3, 861 program Sarjana (51), 87 program Master (S2), dan 10 program Doktoral (53). (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo