Sabtu, 11 Juli 2020
21 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Ekbis / Ini Tantangan Pesantren untuk Kembangkan Kemandirian Ekonomi
Foto dok. Sharianews
Menurut Bank Indonesia (BI) dan Departemen Agama ada sebanyak lebih dari 28 ribu pesantren di seluruh Indonesia, dengan dominasi pesantren terbanyak berada di Pulau Jawa.

Sharianews.com, Pesantren mempunyai peluang besar mengembangkan konsep kemandirian ekonomi. Menurut Bank Indonesia (BI) dan Departemen Agama ada sebanyak lebih dari 28 ribu pesantren di seluruh Indonesia, dengan dominasi pesantren terbanyak berada di Pulau Jawa.

Direktur Utama Ethis Ronald Yusuf Wijaya mengungkapkan ada sejumlah tantangan yang dihadapi pesantren untuk mengembangkan konsep kemandirian ekonomi. Diantaranya dari sisi pemasaran.

“Bahwasannya pesantren mempunyai produk yang bagus, namun ternyata, pemsarannya belum terlalu optimal,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) ini, dalam webinar baru-baru ini.

Tantangan selanjutya adalah jaringan. Keterbatasan jaringan jadi suatu hambatan pesantren seperti kurangnya stakeholders, terlebih bagi pesantren yang produknya baru muncul. Selanjutnya faktor kapabilitas. Hal ini harus ditunjang dari akses permodalan.

“Ini adalah satu faktor yang saling berkaitan. Ketika sudah punya jumlah yang cukup besar, misalkan pesantren punya santri yang banyak, sebetulnya di situ ada nilai ekonomis yang besar pula, namun bagaimana melakukan utilisasinya.

Perusahaan fintech syariah Ethis memiliki kerja sama dengan Serikat Ekonomi Pesantren terkait program pembiayaan pesantren untuk mengatasi permodalan.

Ronald menyampaikan, ke depannya hal itu perlu terus dikembangkan agar ekonomi pesantren bisa terus tumbuh. “Permodalannya hanya perlu didorong menggunakan keuangan syariah, menggunakan fintech syariah untuk membangun ekonomi pesantren,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan ada anggapan pesantren hanya untuk media belajar agama saja, padahal bukan hanya itu. Di pesantren juga dibekali pendidikan perekonomian. Denga begitu bisa mendorong para santri untuk jadi pengusaha.

“Dari sisi ekonomi, tentunya akan jadi landasan, ketika pesantren itu menjadi tempat cikal bakal tumbuhnya bibit-bibit ekonomi yang handal untuk membantu bangsa Indonesia,” pungkas Ronald.

Rep. Aldiansyah Nurrahman