Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
Irfan Syauqi Beik bersama CEO laz Keddah Mufti Keddah Datuk Syaikh Fadhil Awang (foto/dok) humasbaznas
Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Irfan Syauqi Beik menjelaskan konsep zakat terhadap SDGs ketika diundang di Lembaga Zakat tertua di Keddah, Malaysia.

Sharianews.com, Jakarta ~ Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) merupakan suatu kesepakatan bersama masyarakat dunia untuk mewujudkan dunia yang terbebas dari kemiskinan, berkehidupan yang bermartabat, adil dan sejahtera, serta saling berkerja sama diantara mereka.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Irfan Syauqi Beik menjelaskan konsep zakat terhadap SDGs ketika diundang di Lembaga Zakat tertua di Keddah, Malaysia.

"Saya membahas zakat on SDGs, maksudnya bagaimana peran zakat di dalam mencapai 17 pembangungan berkelanjutan, karena untuk mencapai tujuan ini, diperlukan pemanfaatan dan penggunaan semua sumber daya domestic, yang dimiliki oleh negara kita, nah, salah satunya adalah zakat," ungkap Irfan ketika dihubungi Sharianews, Senin (8/4).

Zakat merupakan instrumen yang memiliki ketentuan secara khusus di dalam perpektif syariah. Maka, menurut Irfan, ketika berbicara kontribusi zakat di dalam pencapaian SDGs tentu tidak boleh keluar dari rambu-rambu secara syariah.

"Yang sudah dilakukan oleh Baznas adalah pertama kita sudah melakukan kajian fiqih on SDGs ini, kemudian kita juga sudah membuat kelompok prioritas atau pencapaian SDGs," sambung Irfan yang juga pengajar ekonomi syariah IPB.

Ditambahkan Irfan, meskipun secara umum ada modifikasi, tetapi tetap sesuai dengan ketentuan secara syariah.

Misal contohnya Baznas sudah membuat pilot project zakat on SDGs di desa Lubuk Bangkar, Sorolangun, Jambi, dan kemudian dibuatkan pembangkit listrik tenaga mikro hidro untuk desa yang berjumlah 806 rumah tangga, atau sekitar 3000 sampau 4000 jiwa.

"Awalnya adalah no poverty, bagaimana kita mengurangi tingkat kemiskinan, dengan memproduktifkan kegiatan ekonomi di situ. Contoh, di situ ada produk, kopi, pisang, nah, ini mereka jual dalam bentuk biji-bijian saja, maka sekarang mereka bisa membuat produk olahan," ujarnya.

Ditambahkan Irfan, selain sudah dilakukan no poverty target yang bisa dicapai selanjutnya adalah no hunger, water sanitation, dan clean energy.

"Nah, ini contoh saja yang dilakukan Baznas dalam rangka melibatkan zakat ini instrumen untuk mencapai SDGs," tutup Irfan. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo