Jumat, 22 Maret 2019
16 Rajab 1440 H
x
FOTO I dok. Arah.com
BNI Syariah saat ini telah mencatatkan modal inti perseroan Rp4,2 triliun.

Sharianews.com, Jakarta ~ BNI Syariah berencana melakukan upaya pencatatan saham di bursa alias Initial Public Offering (IPO). Hal itu disampaikan oleh Direktur Bisnis SME dan Komersial, Dhias Widhiyati.

Dhias mengatakan IPO termasuk salah satu strategi yang menjadi pertimbangan BNI Syariah untuk pertumbuhan anorganik.

Mengenai waktu IPO, ia mengungkapkan, sesuai rencana akan dilakukan tahun 2019 ini. “Insyallah 2019, mudah-mudahan,” jelas Dhias,  saat ditemui usai acara Pemaparan Kinerja BNI Syariah Triwulan IV tahun 2018, di Kantor Pusat BNI Syariah, Jakarta, Kamis (14/2).

IPO bukan menjadi satu-satunya cara untuk mendapatkan modal inti. Selain IPO, bisa melalui strategic partnership dan capital injection dari pemegang saham existing.

“Tapi yang jelas BNI Syariah berjuang supaya akhir tahun ini bisa BUKU (Bank Umum Kelompok Usaha) III,” ucap Dhias.

Dhias juga mengungkapkan, BNI Syariah saat ini telah mencatatkan modal inti perseroan Rp4,2 triliun.

Sebagai informasi, BUKU adalah pengelompokan bank berdasarkan kegiatan usaha yang disesuaikan dengan modal inti yang dimiliki. Ada empat pembagian BUKU.

Pertama, BUKU I, bank dengan modal inti kurang dari Rp1 triliun, BUKU II, bank dengan modal inti Rp1 triliun sampai dengan kurang dari Rp5 triliun;

Lalu, BUKU III, bank dengan modal inti Rp5 triliun sampai dengan kurang dari Rp30 triliun, dan BUKU IV, bank dengan modal inti di atas Rp30 triliun.

Menanggapi rencana IPO yang dilakukan bank syariah, Pengamat Ekonomi Syariah, Irfan Syauqi Beik menyarankan bagi bank yang ingin IPO sebaiknya dilakukan sesudah Pemilihan Umum 2019.

 “Sebaiknya untuk menghindari hal-hal isu yang kurang pas, saya menyarankan memang untuk IPO ini ditunda setelah pemilihan presiden saja. Bisa di semester kedua di 2019,” jelas lrfan.

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo