Minggu, 26 Mei 2019
22 Ramadan 1440 H
Home / Tren Bisnis / Ini Peran GAPMMI dalam Industri Pangan Halal
FOTO /Dok.romy.sharianews.com
GAPMMI juga mendorong pemerintah terkait biaya sertifikasi agar tidak membebani pelaku UMKM, serta bisa memberi kepastian kapan sertifikasi tersebut akan dikeluarkan.

Sharianews.com, Jakarta ~ Ketua umum Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia, Adhi Lukman menjelaskan peranannya terhadap sosialisasi sertifikasi halal yang akan menjadi mandatory (wajib) per 17 Oktober mendatang.

"Kami dari asosiasi beberapa kali ikut membantu pemerintah untuk men-training bagi anggota UMKM agar mengerti tentang sertifikasi halal," ujar Adhi dalam acara diskusi sertifikasi produk pangan olahan, Jakarta, Rabu (13/3).

Ia menambahkan, GAPMMI juga mendorong pemerintah terkait biaya sertifikasi agar tidak membebani pelaku UMKM, serta bisa memberi kepastian kapan sertifikasi tersebut akan dikeluarkan.

"Ada yang bilang 5 hari kerja, 30 hari, tadi dibilang maksimum 60 hari kerja, jadi at least kalau lewat dari 60 hari, kita bisa datang ke BPJPH sebagai bagian penanggung jawab, ini yg kita perlukan," imbuh Adhi.

Ia juga mengungkapkan, asosiasinya sudah bekerja sama dengan pihak luar negeri terkait sertifikasi halal.

"Dan yang terakhir yaitu kejelasan konsumen, agar konsumen ikut mengawasi juga, karena kalau hanya diserahkan kepada pemerintah semua tentunya akan berat," tutup Adhi.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Pusat Pembinaan Dan Pengawasan Produk Halal, Siti Aminah mengatakan, mengapa produk harus bersertifikasi halal.

"Hal tersebut sesuai perintah agama Islam, mengonsumsi makanan yang halal dan tayib adalah suatu kewajiban bagi kaum Muslimim," ujar Siti.

Selain itu alasan lainnya adalah masih banyaknya produk olahan yang dikonsumsi manusia yang berasal dari bahan yang diharamkan untuk umat Muslim. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo