Sabtu, 19 Oktober 2019
20 Ṣafar 1441 H
Home / Lifestyle / Ini Kata Ketum Forum Zakat Terkait Polemik Real Count dan Quick Count
Dok/Foto Breakingnews.com
Dirinya lebih menyerahkan keputusan oleh KPU mengenai siapa yang terpilih nantinya menjadi Presiden Indonesia periode 2019-2024 mendatang.

Sharianews.com, PolemikPenghitungan Quick Count Pilpres 2019 saat ini membuat ramai masyarakat. Dari data quick count di televisi, masih dipimpin oleh pasangan calon (paslon) 01 Joko Widodo - Ma'aruf Amin. Angkanya berada disekitar 54-55 persen diatas paslon 02 yang berada di angka 44-45 persen. Sedangkan BPN mengumumkan real count timnya kemenangan sebesar 62 persen. 

Ketua Umum Forum Zakat, Bambang Suherman menanggapi dari polemik ini.

"Sebenarnya saya tidak berada pada kapasitas yang tepat untuk menjawab karena rasanya forum zakat secara normatif menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme dan proses yang sudah dimandatkan kepada kpu," ujarnya ketika berbicara dengan Sharianews.com, Jumat (19/4).

Bambang menuturkan, metode quick count ini digunakan untuk membantu agar masyarakat bisa cepat mendapatkan prediksi kemenangan.

"Quick count itu artinya kan kemenangan prediksi bukan kemenangan resmi," sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan Bambang, metode Quick Count itu kasusnya sama seperti yang terjadi di pilgub DKI ketika Anies-Sandi juga ternyata awalnya dinyatakan kalah secara perhitungan cepat, akan tetapi kemudian pleno KPU menyatakan menang.

Dirinya lebih menyerahkan keputusan oleh KPU mengenai siapa yang terpilih nantinya menjadi Presiden Indonesia periode 2019-2024 mendatang.

"Jadi bagi saya mewakili forum zakat statement resminya simpel yaitu menyerahkan kepada mekanisme kpu sesuai dengan mandat yang diberikan," imbuh Bambang.

Bambang juga mengajak seluruh masyarakat agar menjaga ketertiban, ketenangan serta mewaspadai, mengawasi semua proses agar berjalan sesuai dengan tata kelola yang bener dan bersama sama memusuhi dalam bentuk kecurangan.

"Karena demokrasi enggak bisa dibangun di atas kecurangan siapa pun itu baik dari tim paslon 01 atau 02, kita berusaha meyakini kejujuran karena ini akan mendidik generasi-generasi tentang kejujuran," ujarnya sambil menutup pembicaraan.

Reporter: Romy Syawal Editor: Munir Abdillah

Tags: