Senin, 16 September 2019
17 Muḥarram 1441 H
Home / Haji umrah / Ini Dia Rute Bis Selawat untuk Jemaah Haji Indonesia
“Alhamdulillah, baru saja dilakukan simulasi rute bis selawat yang akan digunakan jemaah haji untuk melaksanakan rangkaian ibadah di Masjidil Haram," ujar Menag.

Sharianews.com, Jakarta ~ Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggelar simulasi layanan bis selawat di Makkah Al Mukarramah.

Didampingi Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar, Sekretaris Ditjen PHU Ramadan Harisman, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Staf Teknis Haji dan Tim Transportasi.

“Alhamdulillah, baru saja dilakukan simulasi rute bis selawat yang akan digunakan jemaah haji untuk melaksanakan rangkaian ibadah di Masjidil Haram," ujar Menag di Makkah, seperti dilansir dari laman Kemenag.

"Tahun ini seluruh jemaah haji Indonesia akan mendapat layanan bis selawat di Makkah," sambungnya.

Menurut Menag, baru tahun ini 100 persen jemaah mendapat layanan bis selawat. Sebelumnya, layanan ini hanya dinikmati sekitar 91 persen jemaah haji Indonesia. Sebab, kebijakan layanan yang awalnya untuk jarak terdekat 1.500 meter, tahun ini disesuaikan menjadi 1.000 meter. Layanan ini termasuk akan dinikmati 10ribu kuota tambahan.

"Dengan jumlah 100 persen ditambah kuota tambahan 10ribu, maka situasi dan kondisi jalan-jalan di wilayah Makkah akan semakin padat. Kondisi ini harus benar-benar menjadi perhatian seluruh petugas," tegas Menag.

Dijelaskan, ada sembilan rute yang dilalui bis selawat saat mengantar jemaah haji Indonesia dari hotel ke Masjidil Haram (pergi pulang).

Rute-rute tersebut, yaitu
Jamarat - Mahbas Jin - Bab Ali (bus dengan nomor stiker 4)
Syisyah - Syib Amir (nomor stiker 5)
Syisyah Raudhah - Syib Amir (nomor stiker 6)
Syisyah 1 - Syib Amir (nomor stiker 7)
Syisyah 2 - Syib Amir (nomor stiker 8)
Raudhah - Syib Amir (nomor stiker 9)
Jarwal - Syib Amir (nomor stiker 10)
Misfalah - Jiad (nomor stiker 11)
Rea Bakhsy- Jiad (nomor stiker 12)

"Dari sembilan rute tersebut, jemaah akan terkonsentrasi pada tiga terminal yaitu Bab Ali dengan jumlah jemaah sekitar 41.000, Syib Amir dengan jumlah jemaah kurang lebih 124.000, dan Terminal Jiad dengan jumlah jemaah mencapai 51.000," urai Menag.

"Petugas harus dapat mengantisipasi utamanya pada puncak kepadatan jemaah haji di Makkah. Pastikan semua jemaah dapat layanan," lanjutnya. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo