Senin, 16 September 2019
17 Muḥarram 1441 H
Home / Ekbis / Ini Dia, Prediksi Arah Pertumbuhan Bisnis Ekonomi Syariah 2030
-
State of the Global Islamic Economy Report 2017/18, yang dirilis Thomson Reuters dan DinarStandard memperlihatkan  garis besar arah perkembangan dan tren terbaru ekonomi syariah hingga 2030.

State of the Global Islamic Economy Report 2017/18, yang dirilis oleh Thomson Reuters dan DinarStandard memperlihatkan  garis besar arah perkembangan dan tren terbaru ekonomi syariah hingga 2030.

Sharianews.com, Jakarta. Data dari State of the Global Islamic Economy Report 2017/18, yang dirilis  oleh Thomson Reuters dan DinarStandard, memperlihatkan  pertumbuhan ekonomi syariah global semakin berkembang, seiring kesadaran masyarakat muslim global untuk mengekspresikan sikap keberagamaan mereka dalam mengamalkan nilai-nilai agama yang mereka anut.

Bersamaan dengan itu, kesadaran tentang konsep halal juga  ikut  meningkat. Di sisi lain, hal ini menjelma menjadi ceruk pasar bagi banyak perusahaan global. Mereka  kemudian berlomba menyediakan kebutuhan konsumsi untuk memenuhi standar kebutuhan dan layanan masyarakat muslim dunia.

Data dari State of the Global Islamic Economy Report 2017/18, memperlihatkan  garis besar arah perkembangan dan tren terbaru ekonomi syariah hingga 2030.

Dari data ini, kita bisa melihat posisi industri syariah saat ini serta konsumen millenialnya untuk mengukur pandangan, peluang, dan tantangannya. Gambaran di seluruh bidang, mulai dari makanan halal hingga keuangan dan tren busana syariah, pariwisata halal, obat-obatan dan kosmetik halal, rerata menunjukkan perkembangan positif sebesar 77 persen.

Di bagian awal, kita akan melihat prediksi gambaran masa mendatang ekonomi syariah pada tahun 2030, jika tantangan dan peluang besarnya dapat diatasi, di mana hal ini bisa dilihat dari besaran miliaran dolar pendapatan yang bisa diperoleh, maka peluang munculnya perusahaan besar berskala global bukan sesuatu yang mustahil.

Disebutkan dalam laporan Thomson Reuters dan DinarStandard ini, masyarakat muslim secara global menghabiskan dananya hingga USD 2 triliun di sektor gaya hidup halal pada tahun 2016. Sementara sektor keuangan Islam memiliki total aset USD  2,2 triliun.

Pengeluaran terbanyak masyarakat muslim ialah pada makanan dan minuman dengan membelanjakan uangnya sekitar USD 1,24 triliun, diikuti pakaian sebesar USD 254 miliar, media dan hiburan senilai USD 198 miliar.

Sektor baru yang sudah mulai menjadi tren, yaitu pariwisata menghabiskan dana sekitar USD 169 miliar, dan pengeluaran untuk obat-obatan dan kosmetik masing-masing USD  83 miliar dan USD 57,4 miliar.

Dari semua indikator pertumbuhan pada sector-sektor tersebut, Malaysia berada di posisi teratas sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi syariah terbaik, diikuti oleh Uni Emirat Arab (UAE), dan Arab Saudi.

Berikut ini gambaran potensi dan peluang pertumbuhan untuk masing-masing sektor, menurut Thomson Reuters dan DinarStandard,  yang terangkum dalam  State of the Global Islamic Economy Report 2017/18.

Sektor makanan halal

Makanan halal merupakan sektor dengan lingkup potensi nilai ekonomi syariah terbesar. Sudah mulai muncul pendatang baru yang masuk ke bisnis makanan dan minuman halal dengan menawarkan produk-produk baru, di luar kebutuhan makanan pokok  atau di luar komoditas daging, yakni permen, makanan siap saji, makanan ringan, dan makanan untuk anak-anak.

Pemain besar, termasuk pelaku industri waralaba (franchising), baik di level lokal maupun internasional bahkan telah melakukan investasi besar-besaran di pasar tersebut di negara-negara mayoritas Muslim, untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan terhadap produk halal.

Tidak hanya itu, investasi modal swasta (private equity) dan modal dari negara atau pemerintah juga mulai terlihat aktif dengan jumlah dana untuk investasi bi bidang produk halal yang semakin meningkat.

Forum Akreditasi Halal Internasional (the International Halal Accreditation Forum) telah didirikan di UAE pada tahun 2016. Forum akreditasi halal ini, memiliki  27 anggota badan akreditasi secara global, yang diyakni akan memerikan pengaruh positif terhadap perkembangan industri halal di masa depan.

Melihat besaran dana yang dibelanjakan oleh masyarakat  muslim  global untuk sektor makanan dan minuman  dan  angka pertumbuhan yang  hampir dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi global, ada peluang besar  investasi untuk inovasi produk-produk dan merek makanan dan minuman halal dengan pengeluaran diperkirakan mencapai USD 1,93 triliun pada 2022.

Sektor keuangan syariah

Sektor keuangan syariah juga terus mengalami perkembangan. Negara-negara mayoritas Muslim dan minoritas Muslim mengakui potensi besar di sektor ini. Bagaimana pun perbankan Islam menjadi institusi syariah utama dalam mendorong pertumbuhan keuangan Islam.

Selain itu, industri sukuk juga terus mengalami kemajuan, dengan sejumlah penerbitan sukuk di banyak negara berpenduduk mayoritas Islam. Pertumbuhan lain yang bisa menjadi pendorong ekonomi keuangan Islam adalah adaptasi FinTech berbasis syariah, baik di level organisasi bisnis maupun perusahaan pembuat rekomendasi teknologi (robo-advisory) berbasis syariah.

Kini sudah mulai muncul platform digital dengan mejadikan emas sebagai instrumen bisnisnya sesuai dengan prinsip syariah. Secara khusus, sektor  ini telah berhasil mengumpulkan banyak dana (crowdfunding), dengan  asetnya diperkirakan lebih dari USD 2 triliun pada tahun 2016, dan diharapkan meningkat menjadi USD  3,8 triliun pada 2022.

Sektor pariwisata halal

 Jumlah Muslim yang bepergian sedang tumbuh pesat, melebihi era-era sebelumnya. Bersamaan dengan itu  permintaan terhadap fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan gaya hidup syariah juga meningkat.  

Permintaaan terhadap sarana penginapan dan hotel halal hingga pilihan makan halal dan maskapai penerbangan yang ramah terhadap muslim tumbuh pesat. Bersamaan dengana itu, jaringan hotel halal juga sedang berkembang, di negara-negara anggota GCC.

Muncul pula banyak agensi daring (online) baru yang menawarkan jenis katering halal bagi wisatawan muslim, muslim Airbnb – sebagai pilihan modal sewa penginapan halal juga telah muncul.

Di sektor pariwiasa halal ini, diperkiarakan umat muslim dunia menghabiskan waktu dan pengeluaran dana untuk bepergian mencapai  USD 169 miliar pada tahun 2016. Diperkirakan angkanya akan menjadi USD 283 miliar pada 2022.   

Mode busana Muslim

Saat ini semakin banyak  pameran dan peragaan busana muslim (catwalk) di gelar. Merek dan butik  yang menyediakan busana muslim semakin beragam. Desainer  lokal maupun kelas dunia kini mulai mengakui bahwa mode busana muslim merupakan bagian dari mode global.

Para desainer muslim kemudian menjadikan momen Ramadhan sebagai saat tepat mengeluarkan penawaran khusus merek-merek andalannya.

Para pemula (start-up) di dunia mode busana muslim juga telah membuat terobosan di seluruh dunia, terutama untuk jilbab, dengan penggunaan media sosial untuk menyebarkan berita.

Pakaian atletik syariah adalah segmen yang sangat trendi saat ini, dengan Nike sebagai sponsornya serta label Hummel dari Denmark.

Unyuk segmen ini masyarakat muslim global telah membelanjakan dananya senilai USD 254 miliar pada tahun 2016, dan diperkirakan mencapai USD 373 miliar pada 2022.

Media dan hiburan Islam

Memenuhi persepsi dan kebutuhan muslim milenial, film-film baru bertemakan Islam sedang dirilis. Saluran televise  bernuansa Islam semakin banyak mengudara, dan media arus utama semakin dekat dengan konten islami, contohnya di Buzzfeed, atau Amazon Channels yang menawarkan film dan dokumenter tentang budaya dan kehidupan muslim melalui layanan saluran internet (streaming Alchemi).

Masyarakat muslim menghabiskan dananya untuk media dan hiburan sebesar USD 198 miliar pada 2016, dan diperkirakan akan mencapai USD 281 miliar pada 2022.

Sektor obat-obatan dan kosmetik halal

Sektor obat-obatan dan kosmetik halal dengan cepat bergerak menciptakan ceruk pasar baru. Perusahaan farmasi terus membuka diri, menawarkan obat dan kosmetik halal melalui ritel dan online.

Perusahaan multinasional juga mengakui potensi segmen ini, terutama yang berbasis di AS, Orly, bekerja sama dengan Muslimgirl.com untuk membuat dan meluncurkan enam produk semir (polishes) kuku halal, tepat pada saat Ramadan.

Obat-obatan halal  secara bersamaan juga mendapatkan daya tarik, terutama obat-obatan yang alami atau organik. Sementara vaksin bersertifikat halal untuk demam berdarah, meningitis polio dan meningokokus (untuk melindungi orang yang beribadah Haji) akan segera diluncurkan ke seluruh dunia.

 Muslim global menghabiskan dananya untuk  obat-obatan sebanyak USD 83 miliar pada tahun 2016, dan diperkirakan mencapai USD 132 miliar pada 2022. Sementara untuk  kosmetik diperkirakan menghabiskan  USD 57,4 miliar, dan akan mencapai USD 82 miliar pada 2022. (*)

 

Reporter : Emha S. Asror Editor : Ahmad Kholil