Minggu, 26 Mei 2019
22 Ramadan 1440 H
Home / Lifestyle / Ini Alasan Islam Menganjurkan Muslim Menjaga Wudu
Muslim dianjurkan untuk menjaga wudunya (Dok/Foto jadiberita.com)
Dari sisi fisiologis, wudhu dapat membuat tubuh lebih rileks.

Sharianews.com, Bagi seorang muslim salat merupakan suatu kewajiban yang pertama kali akan dipertanggungjawabkan. Tetapi sebelum melakukan salat ada syarat yang harus dipenuhi yaitu berwudu (membersihkan diri). Jika tidak dipenuhi salatnya menjadi tidak sah.

Prof Rolf Ehrenfels, seorang neurolog dan psikolog tersohor Eropa, pernah secara khusus mendalami konsep thaharah (bersuci) dalam islam, khususnya wudu. Dalam penelitiannya, tersebut ia mengaku sangat takjub karena konsep thaharah dalam Islam karena sesuai dengan konsep neurologi dan psikologi.

Air sejuk yang dianggap suci dan menyucikan (untuk berwudu) akan memberikan efek positif pada kesegaran simpul-simpul saraf dalam tubuh.

Selain itu, air dingin memberikan rangsangan kepada pusat saraf sehingga lebih mudah memberikan shock therapy dan menembus lapisan saraf ketimbang air hangat. Dikatakan pula, wudhu memberikan efek dari fisiologis dan psikologis. Sebab tidak hanya membersihkan tubuh dari kotoran tetapi juga membersihkan jiwa dari kotoran.

Dari sisi fisiologis, wudhu dapat membuat tubuh lebih rileks. Hal ini terbukti ketika dibasuhnya tubuh dengan air sebanyak lima kali sehari atau lebih, akan membantu dalam mengistirahatkan organ-organ tubuh dan meredakan ketegangan fisik.

Begitupula dari sisi psikologis, sebagaimana Hadis dari Rasulullah saw. Yang berbunyi “Marah itu sebagian dari perilaku setan dan setan itu tercipta dari api. Api akan padam dengan air, bila kalian marah maka berwudhulah!”

Dari hadis tersebut menggambarkan ketika psikologis seseorang tengah terganggu akibat marah atau perasaan tidak senang terhadap sesuatu, maka akan bisa terobati dengan berwudu.

Oleh karenanya, wudhu juga seringkali disebut sebagai  terapi dengan menggunakan air. Simon Baruch (1840-1921) seorang dokter dari Amerika telah menciptakan sebuah teori yang dikenal dengan ‘hukum Barunch’.

Teori ini menjelaskan, air memiliki daya penenang jika suhu air sama dengan suhu kulit, sedangkan bila suhu air lebih tinggi atau rendah, maka ia akan memberikan efek stimulasi atau merangsang saraf. Dimana Pengobatan air atau hidroterapi sudah terbukti memiliki banyak manfaat dan efek.

Sedangkan Emoto, ahli dari Yokohama mengatakan, air mampu menerima ungkapan manusia baik positif maupun negatif. Hal tersebut terlihat dalam mikroskop, bahwa ketika air menerima kata-kata yang baik (positif), ia akan berbentuk kristal seperti bunga yang indah. Berlaku sebaliknya jika air menerima kata-kata negatif.

Selain itu air juga sensitif terhadap suatu bentuk energi yang sulit dilihat, yang disebut Hado. Bentuk energi yang sulit dilihat inilah yang dapat mempengaruhi kualitas air dan kristal air yang terbentuk.

Dimana kualitas air yang akan diterima maupun yang sudah berada dalam tubuh manusia akan berpengaruh pada jiwanya. Maka dari itu, dengan berwudhu akan membantu mengembalikan air menjadi baik kembali.

Bahkan seorang peneliti bernama Ehrenfels, memutuskan pindah agama ke islam dan mengganti namanya menjadi Baron Omar Ehrenfels setelah ia meneliti ayat tentang wudu.

Ia mulai menganalisis ayat wudu Surah Al-Maidah (5) ayat ke 6. “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.”

 

 

Reporter: Fathia Editor: Munir