Sabtu, 25 Mei 2019
21 Ramadan 1440 H
Home / Ekbis / Ini 4 Strategi Utama Dalam Pengembangan Masterplan Ekonomi Syariah
FOTO I Dok. Ahmad Arif Sharianews
Penguatan halal value chain fokus pada sektor yang dinilai potensial dan berdaya saing tinggi,

Sharianews.com, JakartaMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro mengatakan ada 4 langkah dan strategi utama dalam pengembangan masterplan ekonomi syariah 2019 - 2024.

"Pertama, penguatan halal value chain dengan fokus pada sektor yang dinilai potensial dan berdaya saing tinggi, kedua, penguatan sektor keuangan syariah dengan rencana induk yang sudah dituangkan dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI) sebelumnya dan disempurnakan ke dalam rencana induk ini," ujar Bambang Brodjonegoro selaku Sekretaris Dewan Pengarah Komite Nasional Keuangan Syanah (KNKS) dalam press conferencenya di kantor Bappenas, Selasa (14/5).

Lebih lanjut dikatakan, ketiga, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama halal value chain.

Keempat, penguatan di bidang ekonomi digital utamanya perdagangan (e-commerce, market place) dan keuangan (teknologi finansial) sehingga dapat mendorong dan mengakselerasi pencapaian strategi lainnya.

Untuk menjalankan keempat strategi tersebut, MEKSI 2019 - 2024 akan menjabarkan beberapa langkah dasar yang harus dilakukan, yaitu peningkatan kesadaran publik, peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, penguatan kapasitas riset dan pengembangan (R&D), penguatan fatwa, regulasi, dan tata kelola.

Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dengan 85 persen dari jumlah populasi serta menyumbang 11 persen dari total muslim di seluruh dunia hanya dapat bertengger di peringkat 10 sebagai negara produsen produk halal dunia.

“Demi mencapai visi dalam masterplan ini, kami menetapkan berbagai target dan indikator, yaitu peningkatan skala usaha ekonomi syariah, Islamic Economic Index pada tingkat global dan nasional, kemandirian ekonomi, dan indeks kesejahteraan," tutup Bambang Brodjonegoro. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo