Rabu, 20 Januari 2021
07 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / For Beginners / Ingin Liburan ? Hotel Syariah Bisa Jadi Pilihan Menginap
Foto dok. Pexels
Hasrat untuk berwisata masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini, tidak bisa dimungkiri tetap ada, bahkan cenderung meningkat. Akhirnya, banyak keluarga yang memutuskan untuk menginap di hotel.

Sharianews.com, Jakarta - Hasrat untuk berwisata masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini, tidak bisa dimungkiri tetap ada, bahkan cenderung meningkat. Akhirnya, banyak keluarga yang memutuskan untuk menginap di hotel.

Jika memang hotel menjadi pilihan, hotel syariah bisa dijadikan opsi sebagai penginapan. Hotel syariah memiliki fasilitas bernuansa islami yang bisa dinikmati pengunjung.

Berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) No. 108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah menjelaskan bahwa usaha hotel syariah adalah penyediaan akomodasi berupa kamar-kamar di dalam suatu bangunan yang dapat dilengkapi dengan jasa pelayanan makan dan minum, kegiatan hiburan dan atau fasilitas lainnya secara harian dengan tujuan memperoleh keuntungan yang dijalankan sesuai prinsip syariah.

Jika disederhanakan, dapat disimpulkan bahwa hotel syariah adalah hotel yang menjalankan layanan dan fasilitas yang dimilikinya dengan prinsip-prinsip syariah.

Dalam fatwa tersebut, juga menjabarkan ketentuan-ketentuan hotel syariah yang bisa Anda pertimbangkan untuk menginap. Ketentuan itu antara lain:

1. Hotel syariah tidak boleh menyediakan fasilitas akses pornografi dan tindakan asusila.

2. Hotel syariah tidak boleh menyediakan fasilitas hiburan yang mengarah pada kemusyrikan, maksiat, pornografi, dan/atau tindak asusila.

3. Makanan dan minuman yang disediakan hotel syariah wajib telah mendapat sertifikat halal dari MUI.

4. Menyediakan fasilitas, peralatan, dan sarana yang memadai untuk pelaksanaan ibadah, termasuk fasilitas bersuci.

5. Pengelola dan karyawan/karyawati hotel wajib mengenakan pakaian yang sesuai dengan syariah.

6. Hotel syariah wajib memiliki pedoman dan/atau panduan mengenai prosedur pelayanan hotel guna menjamin terselenggaranya pelayanan hotel yang sesuai dengan prinsip syariah.

7. Hotel syariah wajib menggunakan jasa Lembaga Keuangan Syariah dalam melakukan pelayanan.

Di tengah masyarakat, tidak sedikit yang bertanya apakah hotel syariah bisa dihuni untuk tamu atau wisatawan yang beragama selain Islam. Jawabannya adalah “bisa”

Tamu beragama selain Islam boleh menginap meski memiliki tata cara islami. Hotel syariah tetap mengizinkan dan tidak melarang tamu atau wisatawan beragama lain menginap. Tamu atau wisatawan tetap dapat merasakan kenyamanan dan pelayanan dari hotel syariah, meski bukan beragama Islam.

Rep. Aldiansyah Nurrahman