Jumat, 14 Agustus 2020
25 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / Keuangan / Ingin Investasi Sukuk? Empat Seri Sukuk Negara Siap Dilelang Hari Ini
FOTO I Dok. Egypttoday.com
Pemerintah menargetkan pencapaian indikatif Rp7 triliun.

Sharianews.com, Jakarta ~ Bagi Anda yang sedang mencari instrumen investasi dan tertarik dengan sukuk, bersiap-siaplah karena hari ini pemerintah akan melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara.

Obligasi syariah atau sukuk merupakan salah satu produk keuangan alternatif pilihan investor dalam berinvestasi yang memberikan imbal hasil lebih tinggi daripada imbal hasil deposito. Sukuk juga memiliki risiko yang relatif rendah dengan prinsip-prinsip syariah.

Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Pemerintah akan menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara hari ini (11/2).

Sementara proses penyelesaian akhir transaksi (settlement) akan dilaksanakan pada 13 Februari 2020 atau 2 hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang (T+2).

Dalam lelang kali ini, pemerintah menargetkan pencapaian indikatif Rp7 triliun. Dilansir dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, dalam lelang kali ini, pemerintah menawarkan empat seri sukuk. SBSN yang dilelang adalah Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) dan Project Based Sukuk (PBS) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2019.

“Terdapat empat seri SBSN yang dilelang yakni satu SPNS dan tiga PBS. SPNS tersebut adalah SPNS12082020. Sementara tiga PBS adalah PBS002, PBS026, dan PBS005 merupakan penerbitan kembali,” jelas DJPPR Kemenkeu.

Seri SPNS12082020 memiliki tingkat imbalan secara diskonto. Tanggal jatuh tempo pada 12 Agustus 2020. PBS002 menawarkan tingkat imbalan 5,45 persen dengan jatuh tempo 15 Januari 2022. Seri PBS026 jatuh tempo 15 Oktober 2024 dengan tingkat imbalan 6,625 persen. Terakhir PBS005, imbal hasil sebesar 6,75 persen dan jatuh tempo pada 15 April 2043.

Underlying Asset-nya berupa proyek atau kegiatan dalam APBN tahun 2019 dan Barang Milik Negara. Sedangkan underlying asset untuk penerbitan seri SPNS menggunakan Barang Milik Negara yang telah mendapatkan persetujuan DPR RI dan telah memenuhi persyaratan seperti diatur dalam Pasal 2 ayat 4 Peraturan Menteri Keuangan nomor 56/PMK.08/2012 tentang Pengelolaan Aset Surat Berharga Syariah Negara yang Berasal dari Barang Milik Negara.

Sementara itu, underlying asset untuk penerbitan seri PBS menggunakan proyek/kegiatan dalam APBN tahun 2019 yang telah mendapat persetujuan DPR RI melalui UU Nomor 12 Tahun 2018 tentang APBN Tahun Anggaran 2019 dan sebagian berupa Barang Milik Negara.

Peserta lelang terdiri dari 17 bank dan empat perusahaan efek. Untuk Bank, antara lain PT Bank Mandiri (Persero), Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Permata, Tbk, PT Bank Panin, Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank OCBC NISP, Tbk, Standard Chartered Bank, PT Bank CIMB Niaga, Tbk, PT Bank Maybank Indonesia, Tbk, Citibank N.A, PT Bank Negara Indonesia Syariah, PT Bank Central Asia, Tbk, Deutsche Bank AG, PT Bank BNP Paribas Indonesia, PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BRI Syariah

Beberapa perusahaan Efek yang mengikuti lelang adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk, PT Bahana Securities. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: