Rabu, 20 Januari 2021
07 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / For Beginners / Ingin Investasi Saham ? Yuk, Pahami Keuntungan dan Risikonya
Foto dok. Pexels
Baru-baru ini jagat maya dihebohkan tingkah laku dua artis, Raffi Ahmad dan Ari Lasso yang gencar merekomendasikan suatu saham perseroan.

Sharianews.com, Jakarta - Baru-baru ini jagat maya dihebohkan tingkah laku dua artis, Raffi Ahmad dan Ari Lasso yang gencar merekomendasikan suatu saham perseroan.

Buntut dari aktivitas dua orang ini, membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) bertindak. BEI menyatakan akan memanggil mereka menyusul unggahan di akun sosial media kedua artis tersebut.

Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengingatkan kepada para publik figur tentang tanggung jawab moral, mengingat menabung saham butuh kehati-hatian. Meski return-nya besar, berinvestasi saham juga diikuti oleh risiko yang besar.

"Perlu mengingatkan mereka akan tanggung jawab moral dan kemungkinan potensi tuntutan hukum apabila ada yang merasa dikecewakan. Walaupun ada aturan mengenai ini, approach yang akan di pakai adalah persuasi dan edukasi kepada para influencer," ujarnya.

Investasi saham memang tidak sembarangan. Salah-salah bukan keuntungan yang didapat, tapi malah kerugian. Untuk itu, pemahaman akan keuntungan dan risiko saham penting jadi bekal untuk berinvestasi saham.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui akun media sosialnya memaparkan sejumlah keuntungan dan risiko dari investasi saham.

Prihal keuntungan, OJK menyampaikan ada tiga hal yang perlu diketahui, antara lain:

1. Capital Gain

Keuntungan yang diperoleh investor ketika harga penjualan dikurangi harga pembelian saham. Misalnya, investor membeli saham ABC dengan harga per lembar saham Rp1.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp1.500 per lembar saham, berarti investor tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp500 untuk setiap lembar saham yang dijualnya.

2. Dividen

Bagian dari keuntungan perusahaan yamh dibagikan kepada para investor pemegang saham perusahaan tersebut. Makin besar lembar saham yang dimiliki investor, maka makin besar pula porsi dividen yang diterima.

3. Ownership

Menjadi investor saham berarti menjadi bagian dari kepemilikan perusahaan sesuai persntasi kepemilikannya, sekaligus memiliki hak untuk mengingkuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sementara untuk risiko investasi saham, ini yang perlu diperhatikan:

1. Capital Loss

Kerugian yang dialami investor ketika harga penjualan kurang dari harga pembelian saham. Misalnya, investor membeli saham ABC dengan harga per lembar saham Rp1.500 kemudian menjualnya dengan harga Rp1.000 per lembar saham, berarti investor tersebut mendapatkan capital loss sebesar Rp500 untuk setiap lembar saham yang dijualnya.

2. Tidak Likuid

Saham yang tidak populer, kurang diminati, hanya sedikit yang beredar sehingga sulit untuk menjualnya kembali.

3. Delisting

Penghapusan pencatatan saham di BEI sehingga saham tidak bisa ditransaksikan di BEI. Delisting dapat disebabkan permintaan sendiri atau pun karena keberlangsungan perushaaan terganggu.

Rep. Aldiansyah Nurrahman