Jumat, 6 Desember 2019
09 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Lifestyle / Infulencer Natasha Rizki Ingin Membuat Coffee Shop Organik
Influencer Natasha Rizky saat menjelaskan produk halalan thoyiban di ISEF 2019. Foto/dok.ist
Natasha pun kepincut untuk membangun sebuah bisnis coffee shop dengan konsep organik, halal dan islami.

Sharianews.com, Jakarta ~ Sebagai Infulencer, Natasha Rizki mengaku belum tergerak untuk mengonsumsi bahan makanan organik. Menurut Natasha, kurangnya edukasi yang ia terima membuat dirinya masih sering mengonsumsi produk konvensional.

"Belum tergerak mengonsumsi bahan organik karena minimnya edukasi dan informasi. Kita sadar makan belum terukur manfaatnya apa dan nutrisnya bagaimana," ujarnya dalam diskusi bertajuk Being Helaty and Beuty with Food dalam forum ISEF di Jakarta, Jumat (15/11).

Dalam perjalanan karir dan bisnisnya, Natasha pun kepincut untuk membangun sebuah bisnis coffee shop dengan konsep organik, halal dan islami, di mana tempat tersebut semua partner bisa ikut menjual produk halal.

"Ingin sekali menjual produk organik yang halal dan bernuansa islami. Saya ingin membentuk islam itu kece dengan pendekatan milenial agar semua kalangan bisa berkumpul di cafe," katanya.

Pengusaha produk organik dan pemerhati kesehatan, Helianti Hilman mengatakan, sudah saatnya untuk membuka coffee shop, kita mesti memuat produk kopi konservasi. Kopi konservasi merupakan kopi yang dibudidayakan secara khusus di lingkungan yang terjaga.

"Karena kopi itu kualitasnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Kopi itu menyerap aroma di sekitarnya. Kalau di sekitarnya ada pohon cengkeh, maka nantinya kopi itu memiliki aroma dan cita rasa cengkeh," ucap Helianti.

Menyoal organik, kata Helianti tak sebatas pada cara menanam yang nonkimia. Tetapi produk organik juga merupakan cerminan dari produk yang tayib.

"Selain halal juga ada tayib. Tayib di sini jangan membuat petani yang menanamnya rugi dan konsumennya menjadi mengidap penyakit akibat proses menanam yang kurang tepat," jelasnya.

Helianti menyadari produk organik untuk saat ini masih tergolong mahal karena produksinya masih kecil namun permintaanya cukup besar. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo