Kamis, 12 Desember 2019
15 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Fokus / Industri Media dan Hiburan Halal Global di 2019
FOTO I dok. Asianage.com
Dilihat dari besaran angka, khusus di akhir tahun ini, pasar industri media dan hiburan halal dunia diprediksi mencapai 232 miliar dolar AS.

Sharianews.com, Walau belum bisa dianggap sebagai basis utama, peran media dan hiburan halal dalam pertumbuhan ekonomi syariah dunia patut mendapat porsi perhatian yang lebih. Sebab, sumbangsih perputaran uang di pasar kedua sektor ini terbilang cukup menjanjikan dengan kenaikan hingga 5,5 persen pada tiap tahunnya.

Sementara dilihat dari besaran angka, khusus di akhir tahun ini, pasar industri media dan hiburan halal dunia diprediksi mencapai 232 miliar dolar AS, melewati capaian pada tahun 2017 atau 2018 yang hanya memperoleh kurang-lebih USD 209 dan 220 miliar. Demikian seperti yang diungkapkan studi DinardStandard beserta Thomson Reuters dan Dubai The Capital of Islamic Economy beberapa waktu lalu.

AS-Turki Saling Sikut

Dengan memperhitungkan peluang dan geliat pasar yang terus merangkak tersebut, Amerika Serikat (AS) dan Turki berlomba saling sikut demi menjadi yang terdepan sebagai penyedia konten media dan hiburan halal dunia. Negara yang disebut pertama bahkan secara diam-diam rela menggelontorkan ribuan juta dolar untuk menyalip posisi Turki yang berada satu tingkat di atasnya.

Menurut catatan, tahun ini pelaku usaha di ‘Negeri Paman Sam’ diperkirakan menghabiskan dana untuk kedua bisnis syariah hingga 21 miliar dolar AS. Kalkulasi uang belanja ini bisa terus meningkat jika rencana Marvel Cinematic Universe untuk mengangkat karakter superhero Muslim pertama, Ms. Marvel atau Kamala Khan ke dalam layar lebar.

Tak ingin selangkah lebih mundur, bersiap mengalirkan uang sekitar 28 miliar dolar AS menjadikan Turki bertengger di urutan pertama mengalahkan AS dalam urusan dana belanja untuk industri media dan hiburan halal.

Sebelumnya ‘Negeri Kebab’ itu juga telah melakukan manuver dengan membuat tayangan televisi bersambung Dirilis: Ertugrul atau Kebangkitan Ertugrul yang mirip dengan Game of of Thrones, namun dengan versinya sendiri untuk memantapkan posisinya di bisnis showbiz halal dan mengimbangi ekspansi AS di bidang tersebut,

Di samping Turki dan AS, negara-negara dengan pengeluaran biaya terbanyak antara lain adalah Rusia, Arab Saudi, dan Britania Raya. Berdasarkan perkiraan, via anggaran yang mencapai 12 miliar dolar AS di 2019 menempatkan negara yang dipimpin oleh Vladimir Putih berada di satu pos lebih rendah dibanding AS.

Sedang tempat keempat hingga kelima diduduki Arab Saudi dan Britania Raya, di mana keduanya ditaksir akan menghabiskan jumlah modal usaha untuk media atau hiburan halal mendekati angka 10-11 miliar dolar AS.

Pola Hidup Milenial       

Tak hanya AS, Rusia, maupaun Britania Raya yang tengah mencari peruntungan, Konferensi Internasional Amerika Latin dan Karibia (International Conference of Latin American and the Caribbean/LAC) baru-baru ini juga melakukan hal serupa dengan berani memasukkan konten media dan hiburan bertema syariah untuk negara-negara anggotanya.

Adanya perkembangan semacam tersebut sebagian didorong oleh fakta bahwa 54 persen Muslim akan berusia di bawah 30 tahun pada 2030. Situasi ini tentu bisa menghadirkan peluang besar bagi produsen konten siapapun yang memasuki segmen tersebut.

Di sisi lain, tuntutan pola hidup generasi milenial Islam yang kian menguasai fungsi teknologi serta kecenderungan angkatan ini untuk membentuk label identitasnya sendiri merupakan alasan terkuat pula mengapa negara dan wilayah mayoritas berpenduduk nonmuslim semakin berhasrat menggarap bisnis yang menggiurkan tersebut.

Berpijak pada studi State of the Global Islamic Economy Report 2018/19, keterlibatan generasi yang disebut juga dengan ‘Mipsterz’ atau Muslim hipsters dalam ekonomi syariah secara menyeluruh, termasuk industri media dan hiburan halal, bahkan sampai menyentuh poin 63 persen di 2018 kemarin dan diprediksi akan terus meningkat di tahun ini.

Sementara ditinjau dari cakupan wilayah, Indonesia, Malaysia, Pakistan, kemudian diikuti oleh AS, Filipina dan India menjadi negara-negara paling banyak dihuni oleh milenial Muslim yang paling aktif. (*)

 

Reporter: Emha S Ashor Editor: Achi Hartoyo

Tags: