Senin, 1 Juni 2020
10 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Industri Halal Indonesia Banyak Buang Waktu dan Kesempatan
Foto | Dok. Anadolu Agency
Indonesia jangan malu belajar dari Malaysia yang bersungguh-sungguh menerapkan standar halal secara menyeluruh

Sharianews.com, Jakarta ~ Kalangan industri di Indonesia terlalu banyak membuang waktu dan kesempatan untuk mengembangkan industri halal, karena itu tertinggal dibanding negara-negara lain meski mempunyai penduduk muslim terbesar, ujar salah seorang pejabat Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

“Tentu (mengembangkan industri halal) tidak bisa hanya dilakukan oleh LPPOM MUI sendiri. Tidak bisa hanya dilakukan oleh MUI sendiri, ini harus berkolaborasi,” jelasnya, saat ditemui Sharianews.com, di Gedung MUI, Jakarta, Selasa (22/1).

Indonesia, menurut Osmena tidak perlu malu mencontoh Malaysia yang lebih maju dalam industri dan ekonomi syariah. Pada awalnya, Malaysia belajar tentang sertifikasi halal dari Indonesia.

“Bukunya dari kit. Jika dibaca buku petunjuk sertifikasi halal Malaysia, sebagian besar itu petunjuk yang ada di LPPOM MUI,” ujarnya.

Namun, kata Osmena, Malayia bersungguh-sungguh menerapkan standar halal secara menyeluruh. Tidak hanya Jabatan Kemajuan Islam (Jakim) yang membuat sertifikasi halal maupun pemerintah, namun sertifikasi dan industri halal juga didukung oleh masyarakatnya.

Salah satu yang perlu ditumbuhkan di kalangan masyarakat Indonesia adalah kepedulian untuk mempertanyakan halal tidaknya suatu tempat makan.

“Selain MUI yang berjuang 30 tahun ini, yang lain juga harus peduli pada industri halal. Baik pemerintah maupun masyarakat, konsumen maupun produsen,” ujar dia.

 

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: nazarudin