Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO I Dok. fashionkita.com
Industri halal menyentuh berbagai sektor, diantaranya makanan halal, minuman halal, fesyen syar’i, pariwisata halal, dan hotel halal.

Sharianews.com, Jakarta. Tren industri halal sedang berkembang pesat, negera Islam maupun non-Islam berlomba-lomba mengambil peluang dalam industri halal.

Firm Owner Coach of Hijrah Coach, Pribadi Ludiro Seto mengatakan memang sekarang ini semua yang bernapaskan Islam tengh naik daun. Tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.

“Umat Islam mepunyai warung halal sendiri, punya toko di mana-mana. Ini trennya di seluruh dunia dan kita sebagai pebisnis melihat ini sebagai kesempatan,” jelas Ludi, di Jakarta, Sabtu (17/11/2018).

Gelombang ini menurutnya harus dimanfaatkan untuk bekerjasama supaya trennya semakin meningkat. Tidak hanya makanan halal, produk lain yang berlabel Islam laris sekali.

“Bahkan di dunia barat, ada yang namanya  M-Generation, itu merupakan generasi muslim yang menjalankan syariat islam, salat dan segala macamnya dengan gayanya anak muda zaman sekarang seperti hip hop dan RnB, tetapi mereka tetap komitmen terhadap Islam,” ucap Ludi.

Meskipun mengembangkan indstri halal tidak mudah, banyak polemik dan keterbatasan, tetapi industri ini akan tetap terus tumbuh.

Industri halal menyentuh berbagai sektor, diantaranya makanan halal, minuman halal, fesyen syar’i, pariwisata halal, dan hotel halal. Menurut Ludi semua sektor tersebut berpotensi dan pasarnya semakin besar, masyarakat muslim juga semakin sadar. Bisnis industri halal tengah menjangkiti siapapun saat ini, termasuk kalangan artis dan antusiasmenya besar.

Lebih lanjut, ia berharap agar gelombang ini tetap dijaga, pengusaha Indonesia bisa berperan, tidak hanya menjadi pengikut. Ilmu usaha caranya bisa diambil dari luar, tapi setelah itu dimodifikasi dengan nilai-nilai Islam.

Meski mengandung nilai-nilai Islam, peminatnya tidak hanya dari kalangan muslim, tapi juga non-muslim. Artinya konsumen melihat kualitas dan profesionalisme.

“Harapannya umat muslim ini tetap terus belajar, terus punya mental juara. Kita di kondisi yang represif ditekan sana-sini, karena tekanan tersebut kita bangkit, meskipun ada yang apatis. Bisnis yang mengkristal juga akan banyak, di kalangan artis sangat luar biasa. Setelah hijab, saya harap gelombang ini dapat kita maintain,” ujar Ludi.

Perlu diketahui bahwa Islamic value mendapat respon yang besar dari non muslim. “Itu artinya mereka melihat profesionalisme kita sebagai muslim, dan ini sangat menarik. Meski tidak jarang mendapat stigma negatif dari masyarakat yang memiliki pandangan berlawanan,” kata Ludi menutup perbincangan. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo