Sabtu, 28 November 2020
13 Rabi‘ at-akhir 1442 H
Home / Keuangan / Indonesia Peringkat Ke-4 Global Islamic Indicator
Foto dok. Setneg
Berdasarkan Data The State of The Global Islamic Economy Report (SGIE Report) 2020-2021, Indonesia berhasil menduduki peringkat keempat dalam Global Islamic Indicator.

Sharianews.com, Jakarta- Berdasarkan Data The State of The Global Islamic Economy Report (SGIE Report) 2020-2021, Indonesia berhasil menduduki peringkat keempat dalam Global Islamic Indicator. Pencapaian itu lebih baik dari 2019, dimana ketika itu Indonesia menempati peringkat kelima dan peringkat kesepuluh di tahun sebelumnya.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin beryukur Indonesia mampu mencapai peringkat tersebut, meski di tengah kondisi pandemi Covid-19. Ia mengatakan keberhasilan ini harus dijadikan motivasi untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia agar dapat menjadi produsen halal dunia dan penggerak ekonomi nasional.

Keberhasilan ini juga dapat diraih karena kerja keras bersama seluruh pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Selain adanya dukungan dan komitmen dari pemimpin tertinggi di Indonesia.

“Saya mengimbau, agar SGIE Report 2020-2021 ini dapat menjadi landasan yang kuat untuk melakukan sinergi dan kolaborasi baik di tingkat nasional maupun global yang akan membuka peluang kerja sama lebih luas lagi ke depannya di bidang ekonomi, perdagangan dan membuka peluang investasi serta pemasaran produk dan jasa halal Indonesia ke pasar global,” jelasnya menegaskan, Selasa (17/11).

Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) ini juga mengajak seluruh pemimpin negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk saling mendukung dalam memulihkan ekonomi dunia akibat pandemi Covid-19 untuk kemajuan bersama.

Selain kenaikan peringkat, menurut laporan SGIE Report 2020/2021, peranan ekonomi syariah di Indonesia juga menunjukkan kemajuan yang pesat. Tak hanya konsumsi produk halal, tapi juga peranan inovasi ekonomi syariah, mulai dari sektor makanan, fesyen, kosmetik, farmasi, pariwisata, perbankan, dan media rekreasi. Semua sektor yang dijelaskan tersebut merupakan sektor yang jadi bahan penilaian indikator ekonomi syariah level global.

Indonesia masuk kategori negara 10 besar dalam masing-masing sektor tersebut. Selain itu, Indonesia juga dilaporkan telah membuat kebijakan yang menumbuhkan ekosistem yang dibutuhkan untuk memberikan peluang bagi tumbuhnya ekonomi syariah. Kebijakan itu disertai berbagai insentif yang mempermudah dunia industri dan investasi di Indonesia di bidang infrastruktur, produk, dan jasa halal.

Rep. Aldiansyah Nurrahman