Jumat, 6 Desember 2019
09 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Lifestyle / Indonesia Menjadi Tuan Rumah Konferensi Penyandang Tunga Rungu Muslim ke 3
Konferensi yang digelar atas kerja sama Global Deaf Muslim (GDM), Yayasan Majelis Taklim Tuli Indonesia (MTTI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini dihadiri sekitar 150 perwakilan Muslim Tuli dari 34 negara.

Sharianews.com, Jakarta ~ Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Internasional Muslim Tuli ke-3 (3rd International Conference of Deaf Muslims/ICDM) yang digelar di Jakarta pada Jumat-Sabtu, 29-30 November 2019.

Konferensi yang digelar atas kerja sama Global Deaf Muslim (GDM), Yayasan Majelis Taklim Tuli Indonesia (MTTI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini dihadiri sekitar 150 perwakilan Muslim Tuli dari 34 negara.

Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat DMI Komjen Polisi H. Syafruddin, saat menjadi pembicara kunci dan membuka konferensi, Jumat (29/11), mengungkapkan bahwa pihaknya mengapresiasi penuh program GDM, sebagai tempat berhimpun keluarga besar penyandang tunga rungu Muslim.

Menurutnya, program-program ICDM telah memberikan dan menebarkan pembelajaran dalam memahami serta mengamalkan ajaran Islam.

“ICDM juga telah berikhtiar sangat baik berupaya meng-update isu-isu keislaman global, terutama yang terkait dengan kaum tuli di seluruh dunia,” kata Syafruddin yang diterjemahkan ke dalam bahasa isyarat oleh juru bicara bahasa isyarat.

Sebagai wujud sinergitas DMI dalam mendukung program-program GDM, lanjut dia, pihaknya telah mengusung program unggulan masjid ramah anak dan disabilitas.

Konferensi ini juga dihadiri Presiden GDM, Nashiru Abdulai; Ketua Yayasan MTTI, Aprizar Zakaria; dan narasumber dari berbagai negara.

Ketua Panitia Rama Sakti menjelaskan, konferensi yang bertajuk “The Beauty of Islam Through Sign Language” (Keindahan Islam Melalui Bahasa Isyarat) itu bertujuan untuk membahas segala upaya yang bisa menyediakan pengetahuan tentang agama Islam kepada penyandang tuna rungu maupun heart of hearing yang merupakan bagian dari komunitas Islam.

“Konferensi Internasional ini tentu menjadi pekerjaan yang besar yang tidak mungkin dapat terlaksanakan tanpa dukungan dari banyak pihak, termasuk media massa,” kata Rama yang juga Wakil Ketua MTTI kepada MINA.

Dia mengatakan, konferensi ini juga untuk mempromosikan dan menumbuhkan kesadaran pemikiran masyarakat umum maupun pemerintah, bahwa penyandang tunga rungu Muslim, baik di Indonesia maupun di dunia membutuhkan akses dakwah yang sesuai dengan kondisi mereka.

“Sehingga kami tidak ketinggalan dari masyarakat lain dalam beribadah dan bertakwa kepada Allah Swt,” ujar Rama yang menyampaikan dalam bahasa isyarat diterjemahkan oleh Juru Bicara Bahasa Isyarat Ustaz Fahmi Azis.

Dia menyatakan, saat ini Dakwah Islam berkembang pesat di Indonesia. Perkembangan dakwah itu ikut mempengaruhi gairah belajar penyandang tunga rungu terhadap agama Islam.

“Hal ini tentu wajib disyukuri dan didukung oleh semua pihak yang dapat memberikan akses belajar bagi kaum tuli,” imbuh Rama.

Seiring dengan semangat dan antusiasme dalam konfererensi tersebut, Kopi Kapal Api dan Permen Relaxa bersama GAPPMI (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman) turut mendukung penyelenggaraan ICDM ke-3 ini.

“Kami di Grup Kapal Api merasa turut bersemangat melihat saudara-saudara kita dari Indonesia dan mancanegara yang pada hari ini hadir dalam ICDM ke-3 di Jakarta. Semangat untuk terus maju, juga menjadi salah satu core value kami di Kapal Api yakni untuk terus mengembangkan diri,” imbuh Pangesti Bernardus, Head of Corporate Communication Kapal Api Global.

Menurut dia, pengembangan diri yang berkelanjutan harus terus berlangsung sepanjang hayat, tentunya dengan sepenuh semangat.

Cikal bakal dari konferensi internasional bagi penyandang tunga rungu Muslim berawal dari dibentuknya sebuah organisasi penyandang tunga rungu Muslim tingkat Internasional bernama Global Deaf Muslim (GDM) yang berpusat di Amerika Serikat.

Sejak pendiriannya, GDM beranggotakan 50 Negara di seluruh dunia ini telah menyelenggarakan dua konferensi internasional, yaitu Internasional Conference of Deaf Muslims (ICDM) yang pertama kali di Qatar pada 2013. ICDM ke-2 digelar di Malaysia pada 2016. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo