Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
Wisata Gilitrawangan. (Dok/Foto Cheria Holiday)
Menteri Pariwisata menjelaskan apa yang akan terus dilakukannya agar dapat mempertahankan posisi bergengsi tersebut menurut Global Muslim Travel Index (GMTI) tersebut.

Sharianews.com, Indonesia sudah mendapatkan posisi pertama untuk destinasi halal negara-negara OKI belum lama ini.

Menteri Pariwisata menjelaskan apa yang akan terus dilakukannya agar dapat mempertahankan posisi bergengsi tersebut menurut Global Muslim Travel Index (GMTI) tersebut.

"Kita akan konsisten melakukan aces (access, communications, environment and services) tadi, terutama yang wajib untuk dimiliki, pertama ialah makanan," jelasnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Menurut Menteri, hal tersebut dikarenakan apabila makanan menurut orang Islam umumnya itu tidak kompromi, kalau solat bisa terlambat sedikit, "Tapi kalau makanan harus halal," sambung Menpar.

Namun menteri Pariwisata bertanya kembali, apakah di sisi lain benarkah demikian? Menurutnya, mengapa jumlah orang Islam yang datang ke Singapura lebih besar daripada ke Indonesia, begitupun ke negeri Gajah Putih, Thailand.

"Mengapa yang datang ke Thailand lebih besar, mengapa kalau ke Eropa jauh lebih banyak, itu pertanyaan yang harus kita jawab, dan pertanyaan krirtisnya mereka datang karena destinasi halal atau bukan," sambung Menpar yang sevelumnya menjabat CEO Telkom tersebut.

Thailand, lanjut Menpar, tidak destinasi halal, tapi orang islam lebih banyak datang kesana.

"Saya akan memberikan catatan, yang akan memberikan produklah yang akan dipilih oleh customer itu menurut saya lebih sunatullah, jadi kalau orang belajarnya lebih rajin tidak akan liat agamanya itu malaikat , lebih rajin lebih pinter, pesan yg mau saya sampaikan tetaplah menggunakan aturan umum, bahwa pelayanan itu harus seperti ini," ujarnya menegaskan.

Selain itu, ditambahkan Menpar, disediakan hal-hal yang wajib, contohnya yang pertama makanan, kedua tempat sholat. Kemudian yang lainnya diperbaiki secara umum sehingga dari level posisi Indonesia tidak kalah dengan negara yang non halal tersebut.

Reporter: Romy Syawal Editor: Munir Abdillah
#Kemenpar