Senin, 27 Januari 2020
02 Jumada al-akhirah 1441 H
Home / Lifestyle / Indonesia bisa menjadi Top Modest Fashion Country
FOTO I Dok. inforitel.com
Salah satu keistimewaan Indonesia adalah gampang menyerap banyak culture dari luar, tapi Indonesia tetap tidak kehilangan identitasnya sebagai muslim.

Sharianews.com, Jakarta ~ Indonesia merupakan negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia dengan jumlah  sekitar 265 juta jiwa, menurut data Badan Pusat Statistik.Indonesia memiliki pasar fesyen muslim yang besar dan potensi produksi yang tinggi. Namun, hingga saat ini angka konsumsi Indonesia lebih besar daripada produksi, dalam artian produktivitasnya belum maksimal.

Dalam kategori sepuluh besar pasar fesyen muslim, Indonesia masuk dalam peringkat ketiga setelah Turki dan UAE. Pada 2017, Indonesia berada pada posisi ke sebelas untuk kategori industri fesyen muslim. Lalu meroket pada 2018 dan menempati peringkat dua. Lonjakan tersebut disebabkan beberapa faktor yakni Indonesia memiliki perkembangan ekonomi lslam terbaik untuk industri fesyen dengan kriteria tingkat ekspor, awareness atau kesadaran serta sosial. Kekuatan Indonesia berupa inovasi yang dinilai cukup bagus dengan brand lokalnya yang banyak dikenal dunia.

Meskipun begitu, tingkat produktivitasnya lebih rendah dibanding konsumtif. Diajeng Lestari, Founder, CEO Hijup mengatakan Indonesia bisa menjadi Top Modest Fashion Country dengan memberdayakan brand lokal muslimah agar lebih berkualitas. Maka penting untuk memerhatikan berbagai unsur.

“Jika kita ingin menjadi top modest fashion country, tidak hanya memperhatikan pada warna dan bentuknya saja, tetapi bahan dari pakaian itu sendiri. Dan salah satu keistimewaan Indonesia adalahgampang menyerap banyak culture dari luar, tapi Indonesia tetap tidak kehilangan identitasnya sebagai muslim” Ujar Diajeng pada Jakarta Halal Things 2018, Jum’at (30/11).

Lebih lanjut, Diajeng memberikan contoh fesyen di Amerika yang menggunakan bahan Microfiber Bamboo, yang merupakan bahan fleksibel yang apabila panas bahan tersebut akan berubah menjadi dingin, bergitupun sebaliknya. Fesyen tersebut menjadi salah satu bahan yang dicari. Dalam artian pemilihan bahan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pakaian.Indonsia relatif lebih terbuka terhadap informasi, terbuka dengan mode luar. Ingris, korea, cepat menyerap culture dari luar.

Selain pemilihan bahan, warna dan gaya pakaian, teknis pemasaran dalam rangka memperkenalkan brand, menjadi hal yang penting. Founder dari Hijup ini menceritakan awal pemasaran produknya hanya sebatas melalui sosial media seperti Facebook. Lalu, menawarkan dari satu tempat ke tempat lain dan sebagainya. Hingga akhirnya memutuskan untuk memilih e-commerce Hijup.

Niaga daring fesyen sendiri, seperti dirilis dalam riset iDEA mengenai perilaku konsumen niaga daring pada 2013, menduduki urutan teratas barang yang paling sering dibeli orang Indonesia. Angkanya mencapai 78 persen, jauh melampaui kategori mobile product (46%), consumer electronic (43%), books and magazine (39%) serta groceries (24%). Rilis tersebut juga mencapai US $8 miliar dan akan terus meningkat dengan perkiraanmencapai US$24 miliar pada 2016, dimana riset ini menyentuh segmen usia 18 tahun ke atas.

Hijup yang sudah ada sejak 2011 lalu memiliki empat belas desainer kala itu. Hijup diakui sebagai niaga daring fesyen muslim pertama di dunia yang menginspirasi gaya hidup islami. Strategi untuk pengembangan sendiri berfokus pada kualitas produk, tim data terbaik yang meliputi konten, visual, media sosial.

Berdasarkan data, fesyen muslim pada pasar global memiliki total pengeluaran pasar pada industri fesyen muslim sebesar US$270 Bn dan diprediksi meningkat 5 persen pada 2023 sebesar US$361 Bn.

Diantara fesyen hijup saat ini yang paling digemari adalah pakaian untuk ke kantor, acara-acara resmi, pesta pernikahan maupun pengajian dan lain sebagainya. Mengingat segmen dari hijup sendiri lebih banyak untuk orang dewasa atau mature.

Diajeng dan Indah Nada Puspita, Presenter Hijab Traveling Trans 7 yang ditemui usai acara pun turut memprediksi tren fesyen syar’i untuk tahun 2019. Apabila dilihat dari beberapa tren saat ini, semakin banyak perempuan yang berhijrah menggunakan hijab, dan pakaian syar'i pun semakin menjadi tren.

“Setiap style atau gaya memiliki pilihan masing-masing, jadi tergantung pada kondisi seperti apa seseorang memilih style fesyen. Terlebih pakaian syar’i saat ini mencakup pada semua jenis kegiatan. Dan untuk 2019 nanti menurut aku terlepas dari modelnya, yang jelas orang-orang lebih quality over quantity” tambah Indah Nada Puspita.

 

Reporter: Fathia Editor: Achi Hartoyo