Jumat, 22 Maret 2019
16 Rajab 1440 H
x
FOTO | Dok. Pribadi
Indonesia jtelah mendapat pengakuan sebagai tujuan perjalanan wisata halal dunia setelah beberapa kali berhasil meraih penghargaan dari World Halal Tourism Awards 2016.

Oleh: Maj Hussain*


Sektor pariwisata halal terus tumbuh dari tahun ke tahun di seluruh dunia. Pasar wisatawan muslim diperkirakan mencapai 283 miliar dolar AS dalam empat tahun ke depan. Data ini dirilis dari temuan terbaru 'Laporan Ekonomi Negara Islam 2017/2018' yang dikeluarkan oleh Thomson Reuters bekerjasama dengan DinarStandard.

Menurut World Atlas, ada lebih dari 227 juta muslim yang tinggal di Indonesia. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai Negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Negara yang juga sering disebut dengan istilah Negara Timur Jauh, ini sebenarnya telah mengembangkan kemampuan pariwisata halalnya untuk menarik wisatawan dari seluruh dunia dan negara-negara mayoritas muslim untuk berkunjung.

Indonesia juga telah mendapat pengakuan sebagai tujuan perjalanan wisata halal, sekaligus sebagai pasar wisatawan muslim setelah sukses mendapatkan beberapa penghargaan dari World Halal Tourism Awards yang diselenggarakan pada tahun 2016.

Salah satu kota di Sumatera Barat, Padang, telah mengembangkan potensinya dengan membangun infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekosistem pariwisata halal kelas dunia yang akan membantu menarik wisatawan dari seluruh dunia untuk mengunjungi negara Asia Timur.

Sementara, Lombok, salah satu pulau di sebelah timur Bali yang kementerian pariwisata Indonesia bantu kemangkan dan promosikan juga bisa menjadi surga bagi para wisatawan halal dunia. Daerah ini telah berada di arah yang tepat menuju pemulihan setelah gempa bumi Juli 2018, yang mempengaruhi daerah tersebut sebagai salah satu wisata halal terbaik di Indonesia.

‘Bangkitlah Lombok – Rise Lombok’ adalah brand dan tagline baru yang kini tengah dipromosikan untuk membangkitkan Lombak sebagai destinasi wisata halal di level lokal. Riyanto Sofyan, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, percaya bahwa saat ini adalah waktu yang tepat menampilkan nilai yang ditawarkan di Lombok:

“Kami memberi tahu dunia bahwa Lombok telah kembali, dengan banyak acara yang dijadwalkan untuk bulan ini serta masa depan yang akan datang. Kami juga mengingatkan wisatawan bahwa daya tarik Lombok akan ditingkatkan dengan pemandangannya yang indah, kegiatan petualangan yang berlimpah, dan ada banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan budaya Lombok,”ujarnya.

Sofyan mencatat bahwa Kementerian Pariwisata sedang menyampaikan branding melalui beberapa saluran komunikasi. “Untuk menyebarkan berita, kami menyelenggarakan perjalanan ke Lombok melalui agen perjalanan dan influencer yang menargetkan GCC, termasuk perwakilan dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Kuwait,”ujarnya.

Bisnis halal yang beroperasi di sektor travel di Indonesia dapat memanfaatkan media sosial sebagai media untuk menggambarkan apa yang ditawarkan kawasan ini kepada para wisatawan. Pada awal Januari 2018, Jakarta Post melaporkan Indonesia berada di peringkat keempat menurut Halal Travel Indicator.

Seiring meningkatnya jumlah profesional di kalangan muslim dan meningkatnya pendapatan untuk kegiatan rekreasi, generasi muda semakin tertantang untuk mencari cara membelanjakan uang mereka dengan mencari tempat baru untuk dikunjungi.

Betapa pun, Indonesia memiliki kesempatan untuk menyediakan layanan dan paket wisata untuk memenuhi kebutuhan para pelancong muda ini. Indonesia dapat memperoleh segmen pasar yang besar dari wisatawan muslim Eropa dan Barat, termasuk dengan membuat paket penawaran wisata yang dapat dipesan lebih dahulu dari layanan biro perjalanan wisata halal.


*) Maj Hussain | Direktur Halal Incorp, yang berbasis di Inggris. Konsultan dan pengusaha ekonomi Islam. Ia bisa dihubungi di [email protected]

Maj Hussain