Minggu, 24 Maret 2019
18 Rajab 1440 H
x
FOTO I Dok. sahamok.com
JII70 merupakan indeks atas 70 saham syariah yang memiliki kapitalisasi pasar dan likuiditas transaksi tinggi.

Sharianews.com, Jakarta ~ Kapitalisasi pasar saham syariah mengalami kenaikan pada Indeks Saham Syariah Indonesia, tetapi mengalami penurunan pada Jakarta Islamic Index (JII) dalam setahun terakhir, November 2017 ke November 2018.

Berdasarkan data stastisitik saham syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tercatat kapitalisasi pasar Indeks Saham Syariah Indonesia November 2017 sebesar Rp3.427,61 triliun mengalami peningkatan pada November 2018 ini menjadi Rp3.566,56 triliun.

Sebaliknya, kapitalisasi pasar JII mengalami penurunan, pada November 2018 ini hanya berjumlah Rp2.065,37 triliun, sementara dibandingkan tahun sebelumnya, November 2017 mencapai Rp2.129,59 triliun.

Dalam hitungan bulan, perbandingan Oktober ke November 2018. Keduanya, Indeks Saham Syariah Indonesia dan JII mengalami peningkatan. Indeks Saham Syariah Indonesia, dari yang berjumlah Rp3.477,67 triliun naik menjadi Rp3.566,55 triliun. Kemudian JII, Rp 2.030,22 triliun juga meningkat, menjadi Rp 2.065,37 triliun.

Sementara, Jakarta Islamic Index 70 (JII70) yang baru diluncurkan 17 Mei 2018 lalu, mengalami penurun kapitalisasi pasar dibandingkan November 2018 ini, dari yang semula ketika diluncurkan berjumlah Rp 2.575,67 turun menjadi Rp2.542,05 triliun.

Namun, bila dibandingkan dalam bulan, saat Oktober 2018 ke November 2018 menunjukan sinyal positif, karena Oktober 2018 menunjukan nilai sebanyak Rp2.477,2 triliun.

JII70 merupakan indeks atas 70 saham syariah yang memiliki kapitalisasi pasar dan likuiditas transaksi tinggi.

Sementara, jumlah saham syariah sendiri dalam Daftar Efek Syariah (DES) bertambah dari 368 saham di November 2017 menjadi 407 saham di November 2018.

Sekadar infromasi, menurut fatwa DSN-MUI No. 40/DSN-MUI/X/2003, efek syariah mencakup salah satunya adalah saham syariah. Saham syariah dijelaskan, merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang memenuhi kriteria sebagaimana tercantum dalam pasal tiga dalam fatwa terbut, dan tidak termasuk saham yang memiliki hak-hak istimewa. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo