Selasa, 23 Juli 2019
21 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Global / Incar Pasar Halal, Maybank Malaysia Eskpansi Global
Malysia sudah mempelopori keuangan syariah sejak 1980

Sharianews.com, Malaysia ~ Bank Islam terbesar di Malaysia akan membuka cabangnya di luar negeri pertama untuk memenuhi permintaan untuk pembiayaan global ekonomi halal sebesar 6,4 triliun dolar AS.

Maybank Islam Bhd. mengharapkan untuk mendapatkan peraturan persetujuan untuk mendirikan cabang di Dubai pada paruh pertama tahun depan, seperti yang dikatakan Chief Executive Officer Rafique Merican di Kuala Lumpur.

"Kami tertarik untuk mendirikan cabang karena merupakan bagian dunia dengan GCC (Gulf Cooperation Council) dan lihatlah perdagangan global, sukuk dan bahkan pembiayaan sindikasi," kata Rafique, mengacu pada kerjasama negara-negara Dewan kawasan Teluk.

Market ekonomi halal di dunia, yang melayani masyarakat Muslim dengan mematuhi ajaran agama, melonjak hampir tiga kali lipat dari tahun 2012 lalu. Meskipun jumlah dana syariah masih tidak terlalu besar.

"Dana syariah tetap kecil, dengan 73 persen kurang dari 25 juta dolar AS, di bawah manajemen, dibandingkan dengan rata-rata 394 juta dolar AS, untuk holding non-Islam holdings, selain itu, Bank juga meningkatkan kekayaan bisnis dengan keberadaan induknya Malayan Banking Bhd," sambung Rafique seperti dilansir dari Bloomberg.

Aspirasi Global Bank dapat membantu negara asalnya Malaysia, yang sudah mempelopori keuangan syariah sejak tahun 1980-an. Untuk mencapai target memiliki 40 persen dari aset perbankan menjadi syariah compliant 2020 mendatang. Dengan proyeksi di level 30 persen, atau setara dengan catatan 830 miliar ringgit (199 milyar dolar AS) pada akhir tahun lalu.

Ditambahkan Rafique, target negara serumpun ini dapat dicapai karena pertumbuhan kredit syariah telah melewati seluruh industri. Menurut laporan keuangan, Pembiayaan syariah sudah membuat lebih dari setengah dari total aset grup Maybank pada akhir September.

Bank Negara Malaysia yang dipuji karena mendorong keuangan Syariah sebagai peminjaman alternatif konvensional perbankan setelah 2007 krisis keuangan global, dimana hal tersebut digunakan untuk mempromosikan perannya dalam ekonomi yang lebih berkelanjutan. Pihak otoritas setempat membuat program ini berdasarkan nilai intermediasi.

"Inisiatif ini penting karena harapan yang jauh lebih luas ketika terkait apa yang berada di bawah keuangan Syariah," tutup Rafique.

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo