Senin, 25 Mei 2020
03 Shawwal 1441 H
Home / Lifestyle / Imbau Salat Idulfitri di Rumah, MUI: Hindarkan Kerusakan, Hindarkan Mudharat
Foto dok. Kemenag
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat muslim untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1441H di rumah. Hal itu tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 28 tahun 2020.

Sharianews.com, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat muslim untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1441H di rumah saja. Hal itu tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 28 tahun 2020.

Ketua Bidang Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI Abdullah Jaidi mengatakan Salat Idufitri itu bukan dilarang. “Tetapi kita mengindahkan kaedah darul mafasid muqoddamun 'ala jalbil masholih . Kita menghindarkan kerusakan, menghindarkan kemudaratan daripada mengambil masalah," terang Jaidi, di Kantor Kementerian Agama, Jumat (22/05).

Ia melanjutkan, seperti Salat Jumat yang wajib saja dapat dilakukan di rumah sendirian. “Apalagi Salat Idulfitri yang sunah,” ujarnya

Keputusan ini menurut Abdullah Jaidi diambil oleh MUI untuk menekan potensi penyebaran atau penularan wabah Covid-19.

MUI menyarankan umat Islam untuk salat di rumah, termasuk di daerah yang dinyatakan hijau, agar tak menggelar salat di lapangan. Abdullah Jaidi mengungkapkan, sulitnya mengantisipasi berkumpulnya massa jika salat digelar di tempat lapang terbuka.

Hal ini tentunya akan berdampak pada sulitnya menghindari kemudharatan sepert penularan Covid-19. "Kita perlu bersabar, Insyaallah akan diberikan yang terbaik jika kita bersabar," ujarnya.

Sementara itu Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyampaikan imbauan senada. Masyarakat diimbau untuk tetap mempedomani Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pedoman Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H.

"Kami imbau, untuk Salat Idulfitri yang biasanya dilaksanakan di masjid atau di lapangan ditiadakan. Cukup dilaksakan di rumah," kata Menag.

Menag berharap selama Idul Fitri semua pihak dapat taat pada aturan. "Sehingga perkembangan Covid-19 ini dapat ditekan," ujar Menag.

Hal ini juga berlaku bagi kegiatan takbiran keliling. "Takbiran cukup dilakukan bersama-sama di rumah, atau di masjid dengan pengeras suara dan menerapkan protokol kesehatan," pesan Fachrul.

Rep. Aldiansyah Nurrahman