Sabtu, 4 April 2020
11 Sha‘ban 1441 H
Home / Keuangan / Imbas Virus Corona pada Sektor Perdagangan dan Pariwisata
FOTO I Dok. pharmaceutical-technology.com
IMF memperkirakan akan terjadi lagi pemangkasan pertumbuhan ekonomi global tahun 2020 dalam persentase 0,1 persen sampai 0,2 persen.

Sharianews.com, Jakarta ~ Perekonomian Indonesia memasuki tahun 2020 pada bulan Januari menghadapi tantangan akibat kondisi global. Salah satunya adalah merebaknya virus corona dari Tiongkok yang berpotensi memberikan dampak pelemahan terhadap sektor perdagangan dan pariwisata. Sebanyak 16 negara di dunia mengumumkan kasus positif virus corona, yang mulai menyebar di kota bernama Wuhan sejak akhir Desember 2019.

Baca juga: Tangkal Virus Corona yang 'Menginfeksi' Ekonomi, Ini Antibiotik dari Pemerintah

Pelemahan ekonomi di Tiongkok berdampak pada pelemahan ekonomi di berbagai negara antara lain Amerika Serikat (di mana 10 persen intermediate goods atau barang setengah jadi berasal dari Tiongkok) dan kawasan Asia termasuk Indonesia (40 persen intermediate goods berasal dari Tiongkok).

Hal ini disebabkan Tiongkok merupakan mitra ekonomi yang besar. Imbasnya, terjadi penurunan kinerja sektor pariwisata, perdagangan internasional, dan aliran investasi. IMF memperkirakan akan terjadi lagi pemangkasan pertumbuhan ekonomi global tahun 2020 dalam persentase 0,1 persen sampai 0,2 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, untuk menjaga perekonomian tetap pada arahnya dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga, pemerintah mendorong kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah untuk dapat mengakselerasi belanja terutama pada periode awal tahun 2020.

“APBN kita terus-menerus mencoba merespons dengan melakukan rekalibrasi untuk melakukan stabilisasi counter cyclical dalam rangka memperbaiki pemerataan dan alokasi. Bagaimana kita menciptakan pelayanan publik dan memberikan dorongan pada sektor-sektor yang memang kita anggap perlu mendapatkan perhatian,” tutur Sri Mulyani, di Jakarta, Rabu (19/2).

Omnibus Law di bidang cipta (lapangan) kerja dan berbagai reformasi sektor riil yang dilakukan oleh kementerian/lembaga terkait, diharapkan akan menyumbang confidence momentum positif.

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang rawan terhantam dampak virus corona. Sri Mulyani menambahkan, pada sektor pariwisata pemerintah segera memfinalkan perhitungan untuk insentif dalam bentuk diskon kepada para penumpang di dalam rangka mencapai tujuan wisata dan insentif untuk travel agent mancanegara yang bisa membawa wisatawan ke dalam negeri Indonesia.

“Untuk Kartu Pra Kerja, kita juga sedang memfinalkan. Nanti kita akan tahu berapa kebutuhan anggarannya. Tapi ini akan segera diluncurkan dan kita tentu berharap bahwa Rp10 triliun anggaran untuk 2 juta kartu pra kerja segera bisa diimplementasikan. (Diharapkan) bisa meningkatkan permintaan terhadap training dan pelatihan yang bisa mendorong perekonomian,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo